Minggu, September 13, 2026
spot_img
spot_imgspot_img

TOP NEWS

spot_img

BEKASI 24 JAM

spot_img

‎𝐖𝐚𝐤𝐢𝐥 𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐏𝐚𝐩𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐒𝐭𝐫𝐮𝐤𝐭𝐮𝐫 𝐝𝐚𝐧 𝐏𝐫𝐢𝐨𝐫𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐏𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐀𝐏𝐁𝐃 𝟐𝟎𝟐𝟔

CIKARANG PUSAT| BEKASIEXPOSE.COM |

Pemerintah Kabupaten Bekasi menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD yang digelar di Gedung DPRD, Komplek Pemda Bekasi, Cikarang Pusat, pada Selasa (18/11/2025).

‎‎Nota penjelasan Bupati Bekasi terkait Rancangan Perda APBD 2026 disampaikan oleh Wakil Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, mewakili Bupati.

‎‎Dalam pemaparannya, Asep menegaskan bahwa penyusunan Rancangan APBD 2026 dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja pembangunan tahun sebelumnya, kebijakan pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Barat, serta isu-isu strategis yang menjadi perhatian daerah.

‎‎Ia menjelaskan bahwa proses penyusunan anggaran tersebut merujuk pada berbagai dokumen perencanaan resmi, di antaranya Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Kebijakan Umum APBD (KUA), serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

Baca Juga  Dari Keterbatasan Jadi Inovasi, SMAN 1 Sukawangi Hadirkan Aplikasi Mandiri Si-SMANGI

‎‎“Penyusunan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2026 dilakukan dengan memperhatikan kinerja pembangunan tahun sebelumnya, kebijakan pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Barat, serta prioritas daerah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

‎‎Asep memaparkan bahwa pendapatan daerah tahun 2026 ditargetkan sebesar Rp7,28 triliun. Angka tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp4,34 triliun dan pendapatan transfer sebesar Rp2,93 triliun.

‎‎Sementara itu, total belanja daerah tahun 2026 direncanakan mencapai Rp7,57 triliun. Alokasi tersebut meliputi belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, hingga belanja transfer.

Baca Juga  Silaturahmi Jelang Pilkades Sukaasih 2026-2034, Forkopimcam Sukatani Serukan Demokrasi Tertib dan Aman

‎‎“Jika dibandingkan antara pendapatan dan belanja daerah dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2026, terdapat defisit sebesar Rp298,17 miliar. Namun defisit ini dapat ditutup melalui pembiayaan netto sehingga seluruh kebutuhan belanja tetap dapat dipenuhi,” jelasnya.

‎‎Selain struktur anggaran, Wakil Bupati juga menekankan arah kebijakan pembangunan daerah yang akan dijalankan pada tahun 2026.

‎‎“Pembangunan Pemerintah Kabupaten Bekasi di tahun 2026 dilakukan secara efektif dan efisien, dengan fokus pada peningkatan kualitas pelayanan publik serta upaya mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tuturnya.

‎‎Ia turut menyampaikan enam prioritas pembangunan daerah, mulai dari peningkatan pertumbuhan ekonomi berkualitas, pengurangan angka kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan pengelolaan lingkungan hidup, termasuk sektor persampahan.

Baca Juga  U-Ditch Diduga Asal Jadi, Pembina IWO-I Kabupaten Tangerang Pertanyakan Mutu Proyek dan Pengawasan

‎‎Lebih lanjut, Asep berharap proses pembahasan Rancangan Perda APBD 2026 dapat berjalan lancar dan sesuai ketentuan waktu yang telah ditetapkan.

‎‎“Kami sangat berharap pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2026 ini dapat berlangsung efektif sehingga segera dapat diajukan kepada Gubernur Jawa Barat untuk dievaluasi,” pungkasnya.

‎‎𝑬𝒅𝒊𝒕𝒐𝒓 : 𝑶𝒃𝒂𝒚

Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.
spot_img

PERISTIWA

10 Bulan Pasca Banjir Bandang, Bantuan Korban Banjir Langsa Masih Belum Merata

LANGSA — Hampir 10 bulan berlalu sejak banjir bandang melanda Kota Langsa pada 26 November 2025 lalu, namun persoalan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak hingga kini masih menyisakan berbagai pertanyaan. Di tengah belum meratanya bantuan bagi korban banjir, sejumlah wilayah di Kota Langsa kembali terendam banjir pada 11 September 2026. Kondisi tersebut semakin menambah kekhawatiran masyarakat, khususnya warga yang hingga...

BEKASI 24 JAM

spot_img
spot_img

POS POPULER

INVESTIGASI

INDEKS