Minggu, Februari 15, 2026
spot_img
spot_imgspot_img

TOP NEWS

spot_img

BEKASI 24 JAM

spot_img

๐๐ซ. ๐‡. ๐€๐ซ๐ข๐ž๐Ÿ ๐Š๐ฎ๐ซ๐ง๐ข๐š ๐๐ž๐ซ๐ค๐ฎ๐š๐ญ ๐’๐ข๐ง๐ž๐ซ๐ ๐ข ๐๐ž๐ค๐š๐ฌ๐ขโ€“๐‰๐š๐›๐š๐ซ ๐ƒ๐ž๐ฆ๐ข ๐๐ž๐ฅ๐š๐ฒ๐š๐ง๐š๐ง ๐Š๐ž๐ฌ๐ž๐ก๐š๐ญ๐š๐ง ๐‹๐ž๐›๐ข๐ก ๐Ž๐ฉ๐ญ๐ข๐ฆ๐š๐ฅ

BANDUNG | BEKASIEXPOSE |

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. H. Arief Kurnia, bersama Direktur RSUD Kabupaten Bekasi, dr. Sri Enny Mainarti, dan Direktur RSUD Cabangbungin, dr. Erni Herdiani, menghadiri Forum Perangkat Daerah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 yang digelar di UPTD Pelatihan Kesehatan, Kota Bandung, Kamisโ€“Jumat (12โ€“13/02/2026).

Forum tersebut merupakan bagian dari tahapan penyusunan dan penyempurnaan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027 sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 131 ayat (2) Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Arief Kurnia, mengatakan kehadirannya untuk menyampaikan sejumlah usulan prioritas, termasuk pengembangan RSUD Cabangbungin pada 2027.

โ€œKami menyampaikan berbagai usulan, salah satunya prioritas pengembangan RSUD Cabangbungin Tahun 2027,โ€ ujarnya.

Ia menjelaskan, RSUD Cabangbungin mengusulkan penambahan kapasitas tempat tidur hingga sekitar 122 unit. Usulan tersebut didasarkan pada meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di wilayah utara Kabupaten Bekasi.

โ€œKebutuhan layanan kesehatan di wilayah utara sangat tinggi dan terus meningkat, sehingga penambahan tempat tidur menjadi prioritas,โ€ tegasnya.

Baca Juga  ๐€๐ง๐ญ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ๐š๐ฌ๐ข ๐ƒ๐š๐ฆ๐ฉ๐š๐ค ๐๐š๐ฌ๐œ๐š๐›๐š๐ง๐ฃ๐ข๐ซ, ๐ƒ๐ข๐ง๐ค๐ž๐ฌ ๐๐ž๐ค๐š๐ฌ๐ข ๐ˆ๐ง๐ญ๐ž๐ง๐ฌ๐ข๐Ÿ๐ค๐š๐ง ๐‹๐š๐ฒ๐š๐ง๐š๐ง ๐๐š๐ง ๐„๐๐ฎ๐ค๐š๐ฌ๐ข ๐Š๐ž๐ฌ๐ž๐ก๐š๐ญ๐š๐ง

Menurutnya, rencana pembangunan yang semula dijadwalkan pada 2026 oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi belum terealisasi karena sejumlah kendala. Karena itu, usulan kembali diajukan pada 2027 melalui dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Bappeda.

โ€œAwalnya direncanakan pada 2026, namun belum dapat terealisasi. Kami ajukan kembali pada 2027 dan berharap mendapat dukungan dari Pemprov Jawa Barat dan Pemda Kabupaten Bekasi,โ€ jelasnya.

Direktur RSUD Cabangbungin, dr. Erni Herdiani, menambahkan selain penambahan kapasitas tempat tidur menuju peningkatan status rumah sakit menjadi kelas C, pihaknya juga mengusulkan pengadaan alat CT Scan dan ambulans lengkap.

Menurutnya, fasilitas CT Scan sangat dibutuhkan karena wilayah utara Kabupaten Bekasi belum memiliki layanan tersebut, sementara RSUD Cabangbungin telah memiliki dua dokter saraf, tiga dokter bedah, dan dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang memerlukan pemeriksaan penunjang.

โ€œKetersediaan CT Scan akan menunjang pelayanan medis yang lebih komprehensif. Ambulans lengkap juga penting untuk menjamin keselamatan pasien saat proses rujukan,โ€ ungkapnya.

Baca Juga  ๐๐Œ๐๐’ ๐๐ž๐ค๐š๐ฌ๐ข ๐๐ž๐ซ๐œ๐ž๐ฉ๐š๐ญ ๐“๐ซ๐š๐ง๐ฌ๐Ÿ๐จ๐ซ๐ฆ๐š๐ฌ๐ข ๐ƒ๐ข๐ ๐ข๐ญ๐š๐ฅ, ๐€๐ˆ ๐‰๐š๐๐ข ๐๐ž๐ง๐ ๐ฎ๐š๐ญ ๐๐ซ๐จ๐ฌ๐ž๐ฌ ๐๐ž๐ฅ๐š๐ฃ๐š๐ซ

Sementara itu, Direktur RSUD Kabupaten Bekasi, dr. Sri Enny Mainarti, berharap forum tersebut dapat mendorong peningkatan layanan di RSUD Kabupaten Bekasi yang berlokasi di Cibitung dan berstatus tipe B sebagai rumah sakit rujukan.

Ia juga menargetkan RSUD Kabupaten Bekasi dapat berkembang menjadi rumah sakit pendidikan guna mendukung pemenuhan kebutuhan dokter spesialis ke depan.

โ€œKami berharap RSUD Kabupaten Bekasi dapat menjadi rumah sakit pendidikan sehingga membantu peningkatan ketersediaan dokter spesialis,โ€ ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. R. Vini Adiani Dewi, menegaskan forum tersebut menjadi ruang konsolidasi strategis dalam memperkuat tata kelola layanan kesehatan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan menuju Jabar Istimewa.

โ€œForum ini adalah amanat regulasi sekaligus ruang kolaborasi agar setiap program kesehatan dirancang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat,โ€ katanya.

Ia mengakui, Jawa Barat masih menghadapi sejumlah tantangan pembangunan kesehatan, di antaranya penurunan angka kematian ibu dan bayi, peningkatan kesehatan remaja dan jiwa, perbaikan gizi, pemerataan tenaga kesehatan, hingga persoalan kesehatan lingkungan dan kebencanaan.

Baca Juga  ๐†๐ž๐ซ๐š๐ค ๐‚๐ž๐ฉ๐š๐ญ ๐’๐š๐ญ๐ฉ๐จ๐ฅ ๐๐, ๐‘๐ž๐ฅ๐จ๐ค๐š๐ฌ๐ข ๐๐Š๐‹ ๐’๐ฎ๐ค๐ฌ๐ž๐ฌ ๐๐š๐ง ๐‹๐š๐ฅ๐ฎ ๐‹๐ข๐ง๐ญ๐š๐ฌ ๐’๐†๐‚ ๐Š๐ž๐ฆ๐›๐š๐ฅ๐ข ๐‹๐š๐ง๐œ๐š๐ซ

Meski demikian, ia menyebut sejumlah indikator kesehatan menunjukkan tren positif. Umur harapan hidup masyarakat Jawa Barat kini mencapai 75,3 tahun atau meningkat 0,37 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, rasio kematian bayi turun dari 7,28 per seribu kelahiran menjadi 6,671, sementara rasio kematian ibu menurun dari 98,6 per 100 ribu kelahiran hidup pada 2024 menjadi 82,1 pada 2025. Prevalensi stunting juga menurun dari 21,7 persen menjadi 15,9 persen.

โ€œPenurunan angka kematian ibu dan bayi serta stunting menunjukkan kita berada di jalur yang tepat. Namun, penguatan sistem layanan kesehatan di seluruh wilayah Jawa Barat harus terus dilakukan,โ€ pungkasnya.

โ€Ž๐‘ด.๐‘บ๐’๐’๐’†๐’‰

Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.
spot_img

PERISTIWA

๐’๐š๐ฆ๐ฉ๐š๐ก ๐Œ๐ž๐ง๐ฎ๐ฆ๐ฉ๐ฎ๐ค ๐”๐ฌ๐š๐ข ๐‘๐ž๐ฅ๐จ๐ค๐š๐ฌ๐ข ๐๐Š๐‹, ๐–๐š๐ซ๐ ๐š ๐ƒ๐ž๐ฌ๐š๐ค ๐๐ž๐ฆ๐ž๐ซ๐ข๐ง๐ญ๐š๐ก ๐’๐ž๐ ๐ž๐ซ๐š ๐๐ž๐ซ๐ญ๐ข๐ง๐๐š๐ค

CIKARANG KOTA | BEKASIEXPOSE | Proses pemindahan Pedagang Kaki Lima (PKL) dari sejumlah titik di wilayah Cikarang kota telah rampung. Namun, Pascarelokasi tersebut, tumpukan sampah yang ditinggalkan di lokasi lama hingga kini belum juga diangkut. Sisa-sisa sampah berupa plastik, kardus, dan limbah dagangan masih terlihat menumpuk di bekas lapak PKL. Kondisi itu menimbulkan bau tak sedap serta mengganggu kenyamanan warga sekitar. Tumpukan...

BEKASI 24 JAM

spot_img
spot_img

POS POPULER

INVESTIGASI

INDEKS