Selasa, Maret 3, 2026
spot_img
spot_imgspot_img

TOP NEWS

spot_img

BEKASI 24 JAM

spot_img

𝐀𝐧𝐭𝐢𝐬𝐢𝐩𝐚𝐬𝐢 𝐇𝐮𝐣𝐚𝐧 𝐄𝐤𝐬𝐭𝐫𝐞𝐦, 𝐏𝐞𝐦𝐤𝐚𝐛 𝐁𝐞𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐏𝐞𝐫𝐤𝐮𝐚𝐭 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮𝐥 𝐝𝐚𝐧 𝐌𝐨𝐝𝐢𝐟𝐢𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐂𝐮𝐚𝐜𝐚

Cikarang Pusat | BEKASIEXPOSE.COM |

Pemerintah Kabupaten Bekasi bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna mengendalikan intensitas curah hujan di wilayah Bekasi. Langkah ini ditempuh sebagai upaya mengurangi risiko banjir yang melanda sejumlah wilayah dalam sepekan terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan koordinasi intensif telah dilakukan dengan Deputi I BNPB agar pelaksanaan modifikasi cuaca berjalan optimal. Menurutnya, intervensi cuaca menjadi strategi penting di tengah tingginya potensi hujan ekstrem.

“Kami meminta bantuan BNPB untuk melakukan modifikasi cuaca di Kabupaten Bekasi. Informasi awal, TMC dilakukan hingga 24 Januari 2026, namun kami berharap durasinya dapat diperpanjang selama potensi hujan lebat masih tinggi,” ujar Muchlis usai Rapat Evaluasi Bencana, Selasa (20/1/2026).

Baca Juga  𝐃𝐚𝐫𝐢 𝐁𝐞𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐀𝐜𝐞𝐡 𝐓𝐚𝐦𝐢𝐚𝐧𝐠: 𝐁𝐚𝐧𝐭𝐮𝐚𝐧 𝐒𝐚𝐩𝐢 𝐌𝐞𝐮𝐠𝐚𝐧𝐠 𝐏𝐞𝐫𝐤𝐮𝐚𝐭 𝐒𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐒𝐚𝐦𝐛𝐮𝐭 𝐑𝐚𝐦𝐚𝐝𝐡𝐚𝐧

Berdasarkan data BPBD, puncak banjir terjadi pada Minggu lalu dan berdampak pada 17 kecamatan. Saat ini, genangan telah surut di 12 kecamatan, namun ancaman banjir masih mengintai wilayah hilir, khususnya Muaragembong, akibat debit air kiriman dan curah hujan lokal.

Muchlis menjelaskan, banjir di Kabupaten Bekasi dipicu kombinasi hujan dengan intensitas tinggi sejak Jumat lalu serta aliran air dari wilayah hulu. Kondisi tersebut menyebabkan sungai-sungai belum sepenuhnya kembali ke level normal.

“Hasil modifikasi cuaca diharapkan dapat menekan volume hujan yang turun sehingga memberikan kesempatan air untuk surut, terutama di titik-titik tanggul yang kondisinya masih kritis,” katanya.

Baca Juga  𝐃𝐚𝐫𝐢 𝐁𝐞𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐀𝐜𝐞𝐡 𝐓𝐚𝐦𝐢𝐚𝐧𝐠: 𝐁𝐚𝐧𝐭𝐮𝐚𝐧 𝐒𝐚𝐩𝐢 𝐌𝐞𝐮𝐠𝐚𝐧𝐠 𝐏𝐞𝐫𝐤𝐮𝐚𝐭 𝐒𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐒𝐚𝐦𝐛𝐮𝐭 𝐑𝐚𝐦𝐚𝐝𝐡𝐚𝐧

Terkait efektivitas TMC, Muchlis menegaskan bahwa BNPB memiliki kewenangan teknis untuk melakukan pengukuran secara menyeluruh. Meski demikian, modifikasi cuaca merupakan bagian dari upaya komprehensif Pemkab Bekasi, selain perbaikan tanggul jebol sepanjang sekitar 8 meter di Muaragembong serta pemantauan tanggul rawan di wilayah Cabangbungin.

Sejalan dengan prakiraan BMKG yang menyebutkan puncak musim hujan terjadi pada Januari, langkah ini diharapkan mampu meminimalkan potensi banjir susulan di tengah kondisi sungai yang masih meluap.

“Kami mengoptimalkan seluruh upaya, baik penanganan di darat melalui penguatan tanggul, maupun di udara dengan modifikasi cuaca,” pungkasnya.

Baca Juga  𝐃𝐚𝐫𝐢 𝐁𝐞𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐀𝐜𝐞𝐡 𝐓𝐚𝐦𝐢𝐚𝐧𝐠: 𝐁𝐚𝐧𝐭𝐮𝐚𝐧 𝐒𝐚𝐩𝐢 𝐌𝐞𝐮𝐠𝐚𝐧𝐠 𝐏𝐞𝐫𝐤𝐮𝐚𝐭 𝐒𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐒𝐚𝐦𝐛𝐮𝐭 𝐑𝐚𝐦𝐚𝐝𝐡𝐚𝐧

‎𝑹𝒆𝒅.

Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.
spot_img

PERISTIWA

‎𝐃𝐢 𝐇𝐚𝐝𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐩𝐚𝐫𝐚𝐭 𝐝𝐚𝐧 𝐈𝐖𝐎𝐈, 𝐑𝐞𝐤𝐭𝐨𝐫𝐚𝐭 𝐔𝐧𝐬𝐢𝐤𝐚 𝐒𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐚𝐟 𝐤𝐞 𝐖𝐚𝐫𝐭𝐚𝐰𝐚𝐧

KARAWANG | BEKASIEXPOSE | ‎Pihak Rektorat Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menyampaikan permintaan maaf atas pernyataan salah satu stafnya yang sempat menimbulkan polemik dengan insan pers. ‎Permintaan maaf itu disampaikan langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Unsika, Dr. H. Amirudin, Drs., M.Pd.I, bersama staf Humas Unsika, Nurhali. ‎Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan jajaran Unsika, aparat dari Polsek Telukjambe...

BEKASI 24 JAM

spot_img
spot_img

POS POPULER

INVESTIGASI

INDEKS