JAKARTA | BEKASIEXPOSE.COM |
โโBupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Donny Sirait, menghadiri kegiatan Penguatan Koordinasi dan Sinkronisasi Program Perpanjangan Integrated Sustainable Waste Management Program (ISWMP) 2025โ2027, yang berlangsung di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City, Jakarta Selatan, pada Senin (24/11/2025).
โBupati Ade Kunang menegaskan bahwa forum ini menjadi titik awal (kick off meeting) bersama Menteri PUPR untuk menindaklanjuti nota kesepahaman terkait pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Kertamukti Kecamatan Cibitung.
โโโHari ini kita memulai kick off meeting bersama Menteri PUPR untuk mempertegas MoU selama 18 bulan ke depan. Salah satu fokus utamanya adalah pembangunan fasilitas pengelolaan sampah terpadu di Kertamukti. Ini langkah penting untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah kita secara lebih modern dan terarah,โ ujar Bupati.
โโIa menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi tidak hanya fokus pada pengembangan TPST Kertamukti, tetapi juga meminta dukungan tambahan dari pemerintah pusat untuk memperluas cakupan layanan persampahan di kecamatan lainnya.
โโโMelihat kondisi lapangan, kami mengajukan tambahan bantuan untuk titik-titik kecamatan lain yang juga membutuhkan peningkatan fasilitas. Ini penting agar sistem pengelolaan sampah berjalan lebih merata dan efektif,โ tegasnya.
โโBupati Bekasi turut menyoroti pentingnya transformasi ekonomi berbasis lingkungan melalui optimalisasi potensi ekonomi sirkular. Menurutnya, pembangunan fasilitas persampahan bukan hanya menyelesaikan persoalan tumpukan sampah, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
โโIa berharap percepatan pembangunan TPST dan dukungan program ISWMP dapat menjadi langkah strategis menuju pengurangan sampah dari sumbernya, peningkatan kualitas lingkungan, serta penguatan struktur ekonomi hijau yang kompetitif dan berkelanjutan.
โโโHarapan kami, dengan hadirnya fasilitas yang lebih modern di Desa Kertamukti, Cibitung, masyarakat akan merasakan manfaat yang nyata. Tidak hanya lingkungan yang lebih tertata, tetapi juga berkembangnya ekonomi sirkular yang memberi peluang baru bagi warga,โ jelas Bupati.
โโKepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Donny Sirait, menjelaskan terkait kesiapan daerah dan arah pengembangan infrastruktur persampahan ke depan. Ia menyampaikan bahwa perubahan regulasi tata ruang telah membuka peluang besar bagi daerah dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah di tingkat kecamatan.
โโโSecara regulasi, aspek tata ruang telah kami sesuaikan. Setiap kecamatan kini dimungkinkan memiliki satu TPST. Ini bukan sekadar perubahan administratif, tapi fondasi penting untuk memperkuat infrastruktur persampahan secara bertahap dan merata,โ jelas Donny.
โโDengan adanya perubahan tata ruang tersebut, Pemkab Bekasi kini dapat mengajukan pembangunan TPST di lebih banyak titik yang menjadi sebuah langkah strategis untuk mengurangi beban operasional, mempercepat layanan pengangkutan, dan mengoptimalkan pemilahan sampah dari sumber.
โโIa juga menyoroti aspek pembiayaan pembangunan satu TPST yang membutuhkan investasi besar, mencapai sekitar Rp 50 miliar per unit. Oleh karena itu, keberlanjutan ISWMP dan dukungan pemerintah pusat sangat krusial.
โโโNilai pembangunan satu TPST mencapai Rp 50 miliar. Jika pembangunan dilakukan sendiri, beban APBD akan sangat berat. Dukungan pusat melalui ISWMP inilah yang menjadi kunci agar percepatan pembangunan tetap berjalan tanpa menekan fiskal daerah.โ ujarnya.
(Prokopim Pemkab Bekasi).
โ









