
BANDUNG | BEKASIEXPOSE.COM |
Gubernur Jawa Barat, H.Dedi Mulyadi S.H.,M.M, menegaskan agar seluruh jajaran aparat desa tidak melakukan intimidasi maupun ancaman terhadap warga yang menyampaikan kritik terkait pembangunan. Penegasan tersebut disampaikan Dedi melalui akun pribadi media sosialnya pada Sabtu (03/01/2026).
โImbauan ini muncul menyusul maraknya laporan dan keluhan masyarakat mengenai dugaan tekanan terhadap warga yang menyuarakan kritik, khususnya melalui Media sosial. Kritik tersebut umumnya berkaitan dengan kondisi pembangunan yang dinilai belum berkeadilan.
โโ” Mana kala adaย kritik dari warga merupakan bagian dari hak demokrasi yang harus dihormati. Ia meminta aparat desa, mulai dari kepala desa, perangkat desa, kepala dusun, hingga RT dan RW, untuk bersikap bijak dan tidak reaktif terhadap aspirasi masyarakat. ” Ujar Dedi Mulyadi
โMenurut Dedi, banyak warga yang menyampaikan keluhan mengenai jalan rusak, drainase tidak berfungsi, saluran air tersumbat, hingga kondisi rumah warga miskin yang luput dari perhatian pemerintah. Kritik tersebut, kata dia, seharusnya dijadikan bahan evaluasi, bukan justru dibalas dengan intimidasi.
โโDedi Mulyadi menegaskan Jika masyarakat menyampaikan kondisi yang mereka alami, itu tanda kepedulian. Aparat desa wajib mendengarkan, mencatat, dan mencari solusi, bukan menekan atau mengancam,
โM.Solehย juga mengingatkan bahwa aparat desa merupakan pelayan masyarakat yang bertugas menjaga kepercayaan publik.
โGubenur Dedi Mulyadi berharap, dengan keterbukaan dan komunikasi yang sehat, pembangunan di desa dapat berjalan lebih adil, transparan, dan berpihak kepada kebutuhan rakyat.
โ๐น๐๐







