โKabupaten Bekasi| BEKASIEXPOSE.COM|
โโSejumlah tokoh masyarakat melakukan kunjungan dan silaturahmi santai di Warung Kong Abray yang berlokasi di kawasan Kompleks Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini diisi dengan dialog ringan namun bermakna terkait berbagai persoalan sosial dan pembangunan daerah.
โโKunjungan tersebut dihadiri oleh H. Mohamad Amin Fauzi, S.H., M.Si. (Kabupaten Bekasi) โBeliau adalah seorang tokoh masyarakat, politikus senior, Bapak Hadi, serta sosok yang akrab disapa Bang Bram. Pertemuan berlangsung dalam suasana santai sambil ngopi, namun tetap sarat dengan pembahasan aspirasi masyarakat dan kondisi pelayanan publik di Kabupaten Bekasi.
โโMengapa kegiatan ini dilakukan, menurut H. Amin Fauzi, sebagai bentuk pendekatan langsung kepada masyarakat serta ruang diskusi informal untuk menyerap aspirasi warga tanpa sekat birokrasi. โWarung kopi seperti ini justru menjadi tempat yang jujur untuk mendengar suara rakyat. Banyak masukan yang tidak tersampaikan di forum resmi, justru muncul di ruang seperti ini,โ ujarnya.
โApa yang dibahas dalam pertemuan tersebut meliputi isu kebersihan lingkungan Pemda, pelayanan publik, penataan kawasan, serta harapan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah agar lebih responsif dan berpihak pada kepentingan warga kecil.
โโSiapa yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Kong Abray selaku pemilik warung, H. Amin Fauzi, Bapak Hadi, Bang Bram, serta sejumlah warga dan pengunjung warung yang turut menyampaikan pendapat secara terbuka.
โkegiatan berlangsung, yakni di Warung Kong Abray yang dikenal sebagai tempat berkumpulnya masyarakat, aktivis, dan tokoh informal di lingkungan Kompleks Pemda Kabupaten Bekasi.
โโkegiatan ini dilaksanakan, berlangsung pada hari ini dalam suasana santai di sela aktivitas pemerintahan, tanpa agenda resmi namun memiliki nilai strategis dalam membangun komunikasi sosial.
โSementara itu, bagaimana suasana diskusi berlangsung, menurut Bang Bram, berjalan cair namun kritis. Ia menilai diskusi semacam ini penting agar pemerintah daerah tidak terjebak pada laporan formal semata. โPemerintah perlu lebih sering turun dan mendengar langsung. Jangan sampai kebijakan dibuat tanpa memahami realitas di lapangan,โ tegasnya.
โโKong Abray sendiri berharap warungnya dapat menjadi ruang dialog yang sehat antara masyarakat dan para pemangku kepentingan. โSilakan ngopi, ngobrol, dan sampaikan kritik. Selama untuk kebaikan Bekasi, pintu selalu terbuka,โ ujarnya.
โโPertemuan ini menjadi gambaran bahwa dialog informal di ruang publik dapat menjadi sarana efektif untuk memperkuat komunikasi, menyerap aspirasi, serta mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Bekasi.
โโ๐ท๐๐๐๐๐๐ : ๐ด.๐บ๐๐๐๐
โ









