KARAWANG| BEKASIEXPOSE.COM |
โKetua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Arjuna Kabupaten Bekasi, Zuli Zulkifli S.H. menyoroti sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) berbasis e-voting (digital) yang digelar di sembilan desa di Kabupaten Karawang.
โโDalam laporannya dari lokasi Pilkades di Desa Wanakerta, Kecamatan Pulau Jambi Barat, Zuli Zulkifli S.H. menyampaikan bahwa proses pemungutan suara berlangsung dalam situasi yang cukup panas dan belum sepenuhnya didukung sarana yang memadai bagi kenyamanan pemilih.
โMenurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, khususnya Pemerintah Kabupaten Bekasi ke depan. Ia menilai, pelaksanaan Pilkades digital seharusnya disertai dengan penyiapan fasilitas pendukung yang layak, seperti tenda yang representatif, agar masyarakat dapat menyalurkan hak pilihnya dengan tenang dan nyaman.
โโโSuasana di lokasi cukup panas, seharusnya disiapkan tenda yang baik supaya pemilih merasa nyaman dan proses demokrasi berjalan lebih kondusif,โ ujarnya di sela-sela pemantauan melalui keterangan resminya di grup kepada Media Bekasiexpose.com
โMeski demikian, Zuli Zulkifli S.H.โ menegaskan bahwa temuan tersebut baru sebagian dari hasil pengamatannya. Ia menyatakan akan menyampaikan evaluasi lanjutan terkait pelaksanaan Pilkades digital ini dalam laporan dan siaran langsung berikutnya.
โโPilkades dengan sistem e-voting sendiri diharapkan menjadi terobosan dalam modernisasi demokrasi desa. Namun, Zuli Zulkifli S.H.menekankan bahwa keberhasilan sistem tersebut harus diimbangi dengan kesiapan teknis dan fasilitas lapangan agar tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.
โโ๐ด.๐บ๐๐๐๐
โ








