Jumat, Januari 16, 2026
spot_img
spot_imgspot_img

TOP NEWS

spot_img

BEKASI 24 JAM

spot_img

𝐊𝐨𝐥𝐚𝐛𝐨𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐌𝐁𝐆 𝐝𝐚𝐧 𝐁𝐔𝐌𝐃𝐞𝐬, 𝐒𝐭𝐫𝐚𝐭𝐞𝐠𝐢 𝐁𝐞𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐁𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧 𝐄𝐤𝐨𝐧𝐨𝐦𝐢 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐃𝐞𝐬𝐚

Cikarang Pusat | BEKASIEXPOSE.COM |

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat dinilai memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka kemiskinan sekaligus penguatan ekonomi lokal di Kabupaten Bekasi. Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga berkontribusi mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kabupaten Bekasi, Fadly Marissatrio, menyebut MBG sebagai salah satu instrumen efektif dalam menekan kemiskinan secara tidak langsung. Dengan adanya program tersebut, pengeluaran harian keluarga dapat ditekan dan dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih prioritas.

“Jika sebelumnya satu anak membutuhkan uang jajan sekitar Rp10 ribu per hari, kini dana tersebut bisa ditabung atau digunakan untuk keperluan lain. Ini berdampak langsung pada ekonomi keluarga,” ujar Fadly.

Baca Juga  ‎𝐏𝐢𝐦𝐩𝐢𝐧 𝐀𝐩𝐞𝐥 𝐏𝐞𝐫𝐝𝐚𝐧𝐚 𝟐𝟎𝟐𝟔, 𝐏𝐥𝐭 𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐁𝐞𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐃𝐨𝐫𝐨𝐧𝐠 𝐀𝐒𝐍 𝐓𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐊𝐢𝐧𝐞𝐫𝐣𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐈𝐧𝐭𝐞𝐠𝐫𝐢𝐭𝐚𝐬

Selain meningkatkan kesejahteraan keluarga, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga mengoptimalkan MBG untuk mendorong perputaran ekonomi lokal, khususnya di tingkat desa. Sesuai instruksi Kementerian Dalam Negeri, pemerintah daerah ditunjuk sebagai koordinator pelaksanaan melalui pembentukan Satuan Tugas MBG.

“Di Kabupaten Bekasi, Satgas MBG resmi dibentuk pada 2026 melalui Surat Keputusan Bupati. Setelah itu, kami langsung melakukan pendampingan ke lapangan,” katanya.

Strategi yang diterapkan adalah menghubungkan petani dan nelayan lokal dengan dapur MBG melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pasokan bahan pangan diarahkan berasal langsung dari produsen lokal, sehingga tidak bergantung pada pasar dengan harga yang fluktuatif.

Baca Juga  𝐀𝐰𝐚𝐥𝐢 𝟐𝟎𝟐𝟔, 𝐏𝐥𝐭 𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐁𝐞𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐒𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐋𝐚𝐲𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐏𝐮𝐛𝐥𝐢𝐤: 𝐓𝐞𝐤𝐚𝐧𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐓𝐒𝐏 𝐒𝐚𝐭𝐮 𝐏𝐢𝐧𝐭𝐮 𝐝𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐥𝐚𝐲𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐏𝐫𝐢𝐦𝐚

“Kami mendorong petani menjual hasil panen ke BUMDes, kemudian BUMDes memasok ke dapur MBG. Dengan skema ini, petani terbantu, BUMDes bergerak, dan ekonomi desa berputar,” jelasnya.

Keberhasilan skema tersebut salah satunya terlihat di BUMDes Pebayuran, Desa Karangpatri, yang kini mampu menyerap lebih dari 50 tenaga kerja lokal.

“Model ini akan kami jadikan praktik terbaik atau proyek percontohan agar dapat direplikasi oleh BUMDes lain di Kabupaten Bekasi,” tambah Fadly.

Ia menegaskan, sinergi antara MBG dan potensi lokal merupakan langkah strategis agar program nasional ini tidak sekadar bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan.

Baca Juga  𝐀𝐰𝐚𝐥𝐢 𝟐𝟎𝟐𝟔, 𝐏𝐥𝐭 𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐁𝐞𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐒𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐋𝐚𝐲𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐏𝐮𝐛𝐥𝐢𝐤: 𝐓𝐞𝐤𝐚𝐧𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐓𝐒𝐏 𝐒𝐚𝐭𝐮 𝐏𝐢𝐧𝐭𝐮 𝐝𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐥𝐚𝐲𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐏𝐫𝐢𝐦𝐚

“Tujuan akhirnya adalah menciptakan perputaran ekonomi di wilayah. BUMDes diposisikan sebagai pemasok utama bahan baku MBG, sementara petani, nelayan, dan pembudidaya menjadi penopang utamanya,” pungkasnya.

𝑹𝒆𝒅

Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.
spot_img

PERISTIWA

𝐏𝐮𝐧𝐜𝐚𝐤 𝐌𝐮𝐬𝐢𝐦 𝐇𝐮𝐣𝐚𝐧 𝐏𝐢𝐜𝐮 𝐁𝐚𝐧𝐣𝐢𝐫 𝐝𝐢 𝐁𝐞𝐤𝐚𝐬𝐢, 𝐁𝐏𝐁𝐃 𝐌𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐖𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐒𝐢𝐚𝐠𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐦𝐞𝐫𝐢𝐧𝐭𝐚𝐡 𝐇𝐚𝐝𝐢𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐒𝐨𝐥𝐮𝐬𝐢 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐚𝐧𝐞𝐧

Cikarang Pusat | BEKASIEXPOSE.COM | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan seiring puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Januari. Imbauan ini disampaikan menyusul masih ditemukannya sejumlah titik banjir di beberapa wilayah. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, H. Muchlis, mengatakan berdasarkan informasi terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan tertinggi terjadi sejak akhir...

BEKASI 24 JAM

spot_img
spot_img

POS POPULER

INVESTIGASI

INDEKS