Sabtu, September 12, 2026
spot_img
spot_imgspot_img

TOP NEWS

spot_img

BEKASI 24 JAM

spot_img

𝐊𝐨𝐥𝐚𝐛𝐨𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐌𝐁𝐆 𝐝𝐚𝐧 𝐁𝐔𝐌𝐃𝐞𝐬, 𝐒𝐭𝐫𝐚𝐭𝐞𝐠𝐢 𝐁𝐞𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐁𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧 𝐄𝐤𝐨𝐧𝐨𝐦𝐢 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐃𝐞𝐬𝐚

Cikarang Pusat | BEKASIEXPOSE.COM |

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat dinilai memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka kemiskinan sekaligus penguatan ekonomi lokal di Kabupaten Bekasi. Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga berkontribusi mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kabupaten Bekasi, Fadly Marissatrio, menyebut MBG sebagai salah satu instrumen efektif dalam menekan kemiskinan secara tidak langsung. Dengan adanya program tersebut, pengeluaran harian keluarga dapat ditekan dan dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih prioritas.

“Jika sebelumnya satu anak membutuhkan uang jajan sekitar Rp10 ribu per hari, kini dana tersebut bisa ditabung atau digunakan untuk keperluan lain. Ini berdampak langsung pada ekonomi keluarga,” ujar Fadly.

Baca Juga  Silaturahmi Jelang Pilkades Sukaasih 2026-2034, Forkopimcam Sukatani Serukan Demokrasi Tertib dan Aman

Selain meningkatkan kesejahteraan keluarga, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga mengoptimalkan MBG untuk mendorong perputaran ekonomi lokal, khususnya di tingkat desa. Sesuai instruksi Kementerian Dalam Negeri, pemerintah daerah ditunjuk sebagai koordinator pelaksanaan melalui pembentukan Satuan Tugas MBG.

“Di Kabupaten Bekasi, Satgas MBG resmi dibentuk pada 2026 melalui Surat Keputusan Bupati. Setelah itu, kami langsung melakukan pendampingan ke lapangan,” katanya.

Strategi yang diterapkan adalah menghubungkan petani dan nelayan lokal dengan dapur MBG melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pasokan bahan pangan diarahkan berasal langsung dari produsen lokal, sehingga tidak bergantung pada pasar dengan harga yang fluktuatif.

Baca Juga  Uang Negara Dipertaruhkan, Proyek PJU Dishub Bekasi Diduga Bermasalah: Papan Kegiatan Tidak Ada, Spesifikasi Melenceng

“Kami mendorong petani menjual hasil panen ke BUMDes, kemudian BUMDes memasok ke dapur MBG. Dengan skema ini, petani terbantu, BUMDes bergerak, dan ekonomi desa berputar,” jelasnya.

Keberhasilan skema tersebut salah satunya terlihat di BUMDes Pebayuran, Desa Karangpatri, yang kini mampu menyerap lebih dari 50 tenaga kerja lokal.

“Model ini akan kami jadikan praktik terbaik atau proyek percontohan agar dapat direplikasi oleh BUMDes lain di Kabupaten Bekasi,” tambah Fadly.

Ia menegaskan, sinergi antara MBG dan potensi lokal merupakan langkah strategis agar program nasional ini tidak sekadar bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan.

Baca Juga  Jayabakti Bergemuruh! Ribuan Massa Putih-Hijau Antarkan Mawa Sumpena Dalam Pengundian Nomor Urut

“Tujuan akhirnya adalah menciptakan perputaran ekonomi di wilayah. BUMDes diposisikan sebagai pemasok utama bahan baku MBG, sementara petani, nelayan, dan pembudidaya menjadi penopang utamanya,” pungkasnya.

𝑹𝒆𝒅

Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.
spot_img

PERISTIWA

10 Bulan Pasca Banjir Bandang, Bantuan Korban Banjir Langsa Masih Belum Merata

LANGSA — Hampir 10 bulan berlalu sejak banjir bandang melanda Kota Langsa pada 26 November 2025 lalu, namun persoalan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak hingga kini masih menyisakan berbagai pertanyaan. Di tengah belum meratanya bantuan bagi korban banjir, sejumlah wilayah di Kota Langsa kembali terendam banjir pada 11 September 2026. Kondisi tersebut semakin menambah kekhawatiran masyarakat, khususnya warga yang hingga...

BEKASI 24 JAM

spot_img
spot_img

POS POPULER

INVESTIGASI

INDEKS