Senin, Maret 2, 2026
spot_img
spot_imgspot_img

TOP NEWS

spot_img

BEKASI 24 JAM

spot_img

โ€Ž๐’๐ข๐ฆ๐ฉ๐š๐ง๐  ๐‰๐จ๐ฆ๐ข๐ง ๐Œ๐ž๐ง๐œ๐ž๐ค๐š๐ฆ: ๐๐ž๐ง๐ฒ๐ž๐ฆ๐ฉ๐ข๐ญ๐š๐ง ๐‰๐š๐ฅ๐ฎ๐ซ ๐๐š๐ง ๐‰๐š๐ฅ๐š๐ง ๐๐ž๐ซ๐ฅ๐ฎ๐›๐š๐ง๐  ๐๐ข๐œ๐ฎ ๐‘๐ข๐ฌ๐ข๐ค๐จ ๐Š๐ž๐œ๐ž๐ฅ๐š๐ค๐š๐š๐ง โ€Ž

KARAWANG | BEKASIEXPOSE |

โ€ŽSejak Jumat, 20 Februari 2026, perjalanan saya dari Klari menuju Jatisari melalui ruas Jalan Pantura bukan lagi sekadar rutinitas harian.

โ€ŽIa berubah menjadi perjalanan penuh kecemasanโ€”antara harapan sampai tepat waktu dan rasa waswas apakah saya bisa pulang dengan selamat.

โ€ŽArus lalu lintas di jalur vital ini nyaris tak pernah lengang. Kepadatan sudah terasa sejak Terminal Klari, berlanjut di lampu merah Klari, merayap di depan Desa Duren, hingga kembali tersendat saat melintasi Pasar Kosambi.

โ€ŽKemacetan seolah menjadi menu wajib di pertigaan arah Cengkong, berlanjut di Dawuan, dan mencapai titik paling mengkhawatirkan di Simpang Jomin.

โ€ŽNamun ironisnya, kemacetan bukan semata karena volume kendaraan yang tinggi.

Baca Juga  โ€Ž๐๐๐‰๐๐‡โ€“๐€๐Œ๐Š๐ˆโ€“๐๐’๐ ๐๐ž๐ซ๐ค๐ฎ๐š๐ญ ๐’๐ข๐ง๐ž๐ซ๐ ๐ข, ๐Ÿ,๐Ÿ‘๐Ÿ“ ๐‰๐ฎ๐ญ๐š ๐’๐ž๐ซ๐ญ๐ข๐Ÿ๐ข๐ค๐š๐ญ ๐‡๐š๐ฅ๐š๐ฅ ๐†๐ซ๐š๐ญ๐ข๐ฌ ๐’๐ข๐š๐ฉ ๐ƒ๐จ๐ง๐ ๐ค๐ซ๐š๐ค ๐ƒ๐š๐ฒ๐š ๐’๐š๐ข๐ง๐  ๐”๐Œ๐Š๐Œ

โ€ŽDi banyak titik menuju Jatisari, laju kendaraan justru melambat akibat jalan yang berlubang. Lubang-lubang menganga di badan jalan memaksa pengendara roda dua maupun roda empat bermanuver mendadak, menghindar di tengah padatnya arus kendaraan.

โ€ŽTak jarang, kendaraan besar saling serobot di Simpang Jomin, terlebih saat dua lajur menyempit menjadi satu jalur akibat kerusakan jalan.

โ€ŽSituasi ini bukan hanya merusak kendaraan, tetapi juga membuka peluang kecelakaan yang bisa merenggut nyawa.

โ€ŽBeberapa waktu lalu memang sempat ada perbaikan.

โ€ŽTambal sulam dilakukan di sejumlah titik. Namun pertanyaan besarnya: mengapa tidak dituntaskan?

โ€ŽMengapa perbaikan terkesan setengah hati, cukup untuk meredam keluhan sesaat, tetapi belum mampu menghadirkan rasa aman secara menyeluruh?

Baca Juga  โ€Ž๐ƒ๐ข ๐‡๐š๐๐š๐ฉ๐š๐ง ๐€๐ฉ๐š๐ซ๐š๐ญ ๐๐š๐ง ๐ˆ๐–๐Ž๐ˆ, ๐‘๐ž๐ค๐ญ๐จ๐ซ๐š๐ญ ๐”๐ง๐ฌ๐ข๐ค๐š ๐’๐š๐ฆ๐ฉ๐š๐ข๐ค๐š๐ง ๐๐ž๐ซ๐ฆ๐ข๐ง๐ญ๐š๐š๐ง ๐Œ๐š๐š๐Ÿ ๐ค๐ž ๐–๐š๐ซ๐ญ๐š๐ฐ๐š๐ง

โ€ŽBagi saya, jalan ini bukan sekadar jalur lintasan ekonomi. Ini adalah rute harapan.

โ€ŽSetiap pagi dan malam, saya harus bolak-balik menuju RSUD Jatisari untuk menjenguk anak yang sedang dirawat.

โ€ŽDalam gelapnya malam, lubang-lubang di jalan kerap tak terlihat. Ban kendaraan menghantam aspal rusak tanpa peringatan.

โ€ŽBeberapa kali saya hampir terjatuh. Beberapa detik saja bisa menjadi pembeda antara sampai di rumah atau justru menjadi korban berikutnya.

โ€ŽTulisan ini bukan untuk menyalahkan siapa pun. Namun sudah saatnya para pemangku kebijakanโ€”dari level kabupaten, provinsi, hingga pusatโ€”membuka mata lebih lebar.

Baca Juga  โ€Ž๐’๐ž๐ญ๐ž๐ฅ๐š๐ก ๐๐จ๐ฅ๐ž๐ฆ๐ข๐ค ๐”๐ง๐ฌ๐ข๐ค๐š, ๐ˆ๐–๐Ž๐ˆ ๐๐ข๐ฅ๐ข๐ก ๐“๐ฎ๐ญ๐ฎ๐ฉ ๐Š๐ž๐ ๐ข๐š๐ญ๐š๐ง ๐๐ž๐ง๐ ๐š๐ง ๐๐ž๐ซ๐›๐š๐ ๐ข ๐“๐š๐ค๐ฃ๐ข๐ฅ โ€Ž

โ€ŽJalan rusak di jalur Pantura Klariโ€“Jatisari bukan lagi persoalan estetika infrastruktur, tetapi soal keselamatan publik.

โ€ŽJangan sampai respons hanya berhenti pada kalimat, โ€œiya, akan segera diperbaiki.โ€

โ€ŽSebab di balik setiap lubang jalan, ada potensi kecelakaan. Dan di balik setiap kecelakaan, ada keluarga yang menunggu di rumahโ€”berharap orang yang mereka cintai pulang dengan selamat.

โ€ŽKerja nyata bukan lagi pilihan. Ia adalah keharusan. Sebelum lubang-lubang itu kembali memakan korban berikutnya.

โ€Ž๐‘ด.๐‘บ๐‘ถ๐‘ณ๐‘ฌ๐‘ฏ

(Penulis Feature : Ketua IWO Indonesia DPD Karawang)

Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.
Pos Sebelumnya
Pos Selanjutnya
spot_img

PERISTIWA

โ€Ž๐ƒ๐ข ๐‡๐š๐๐š๐ฉ๐š๐ง ๐€๐ฉ๐š๐ซ๐š๐ญ ๐๐š๐ง ๐ˆ๐–๐Ž๐ˆ, ๐‘๐ž๐ค๐ญ๐จ๐ซ๐š๐ญ ๐”๐ง๐ฌ๐ข๐ค๐š ๐’๐š๐ฆ๐ฉ๐š๐ข๐ค๐š๐ง ๐๐ž๐ซ๐ฆ๐ข๐ง๐ญ๐š๐š๐ง ๐Œ๐š๐š๐Ÿ ๐ค๐ž ๐–๐š๐ซ๐ญ๐š๐ฐ๐š๐ง

KARAWANG | BEKASIEXPOSE | โ€ŽPihak Rektorat Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menyampaikan permintaan maaf atas pernyataan salah satu stafnya yang sempat menimbulkan polemik dengan insan pers. โ€ŽPermintaan maaf itu disampaikan langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Unsika, Dr. H. Amirudin, Drs., M.Pd.I, bersama staf Humas Unsika, Nurhali. โ€ŽPernyataan tersebut disampaikan di hadapan jajaran Unsika, aparat dari Polsek Telukjambe...

BEKASI 24 JAM

spot_img
spot_img

POS POPULER

INVESTIGASI

INDEKS