Selasa, Maret 3, 2026
spot_img
spot_imgspot_img

TOP NEWS

spot_img

BEKASI 24 JAM

spot_img

𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮𝐥 𝐉𝐞𝐛𝐨𝐥 𝐝𝐢 𝐌𝐮𝐚𝐫𝐚𝐠𝐞𝐦𝐛𝐨𝐧𝐠, 𝐁𝐏𝐁𝐃 𝐁𝐞𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐁𝐞𝐫𝐠𝐞𝐫𝐚𝐤 𝐂𝐞𝐩𝐚𝐭 𝐓𝐮𝐫𝐮𝐧 𝐤𝐞 𝐖𝐚𝐫𝐠𝐚

MUARAGEMBONG| BEKASIEXPOSE.COM |

Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memfokuskan penanganan pada sejumlah titik tanggul kritis di sepanjang Sungai Citarum, menyusul jebolnya tanggul di Kampung Bendungan RT 03/05, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Senin (19/1/2026) malam.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan pihaknya bergerak cepat begitu menerima laporan kejadian tersebut. Personel BPBD langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen serta penanganan darurat guna mencegah dampak lanjutan.

“Begitu ada laporan tanggul jebol, kami segera menurunkan personel ke lokasi untuk asesmen dan penanganan sementara,” ujar Dodi saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).

Penanganan darurat dilakukan dengan menyalurkan bantuan logistik berupa bambu, bronjong, karung, dan terpal. Material tersebut digunakan untuk memperkuat struktur tanggul yang jebol sekaligus meminimalisir potensi meluasnya kerusakan akibat arus Sungai Citarum.

Baca Juga  𝐊𝐨𝐥𝐚𝐛𝐨𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐓𝐍𝐈 𝐝𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐦𝐤𝐚𝐛 𝐁𝐞𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐉𝐚𝐝𝐢 𝐏𝐢𝐥𝐚𝐫 𝐊𝐞𝐚𝐦𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐜𝐞𝐩𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧𝐚𝐧

BPBD Kabupaten Bekasi juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum sebagai instansi teknis pengelola Sungai Citarum. Hasil koordinasi tersebut menyepakati penanganan lanjutan secara teknis oleh BBWS.

“Koordinasi langsung kami lakukan dengan BBWS Citarum, dan saat ini tim teknis sudah menuju lokasi untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Berdasarkan kajian sementara di lapangan, jebolnya tanggul disebabkan oleh kondisi sejumlah titik tanggul yang sebelumnya sudah dalam keadaan kritis. Kondisi tersebut diperparah oleh meningkatnya debit dan tinggi muka air Sungai Citarum akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir.

“Awalnya terdapat beberapa titik tanggul kritis. Dengan debit air Citarum yang terus meningkat, tanggul tidak mampu menahan derasnya arus sehingga akhirnya jebol,” ungkap Dodi.

Baca Juga  𝐑𝐚𝐦𝐚𝐝𝐚𝐧 𝐉𝐚𝐝𝐢 𝐌𝐨𝐦𝐞𝐧𝐭𝐮𝐦 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐮𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐄𝐭𝐨𝐬 𝐊𝐞𝐫𝐣𝐚 𝐀𝐒𝐍 𝐊𝐚𝐛𝐮𝐩𝐚𝐭𝐞𝐧 𝐁𝐞𝐤𝐚𝐬𝐢

Selain di Desa Pantai Bakti, BPBD juga mencatat adanya beberapa titik tanggul kritis lainnya di Kecamatan Pebayuran dan Cabangbungin. Titik-titik tersebut kini menjadi prioritas pemantauan dan penanganan, mengingat potensi hujan susulan masih cukup tinggi.

“Kami khawatir jika hujan kembali turun atau tinggi muka air Citarum meningkat, maka tanggul-tanggul kritis tersebut sangat rawan jebol,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah berkoordinasi dengan unsur kewilayahan, termasuk para camat di wilayah yang dilintasi Sungai Citarum, untuk melakukan pendataan dan pelaporan titik-titik tanggul kritis. Data tersebut akan diteruskan kepada dinas teknis terkait dan BBWS Citarum sebagai dasar penanganan lanjutan.

Terkait kondisi cuaca, Dodi menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari BMKG, puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari dan potensi hujan masih akan berlangsung hingga April 2026. Atas dasar itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menetapkan status siaga darurat bencana sejak September 2025 hingga 30 April 2026.

Baca Juga  𝐒𝐢𝐧𝐞𝐫𝐠𝐢 𝐏𝐮𝐬𝐚𝐭 𝐝𝐚𝐧 𝐃𝐚𝐞𝐫𝐚𝐡, 𝐑𝐞𝐯𝐢𝐭𝐚𝐥𝐢𝐬𝐚𝐬𝐢 𝐓𝐚𝐦𝐛𝐚𝐤 𝐉𝐚𝐝𝐢 𝐌𝐨𝐭𝐨𝐫 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐠𝐞𝐫𝐚𝐤 𝐊𝐞𝐬𝐞𝐣𝐚𝐡𝐭𝐞𝐫𝐚𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐬𝐢𝐬𝐢𝐫 𝐁𝐞𝐤𝐚𝐬𝐢

“Dengan status siaga darurat ini, kami terus meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya di titik-titik rawan dan tanggul kritis di sepanjang Sungai Citarum,” ujarnya.

Mengenai kemungkinan peningkatan status kebencanaan, Dodi menegaskan hal tersebut akan ditentukan berdasarkan eskalasi kondisi di lapangan serta hasil rapat koordinasi lintas sektor yang akan digelar dalam waktu dekat.

“Semuanya akan dievaluasi sesuai dengan perkembangan dan eskalasi di lapangan,” pungkasnya.

𝑹𝒆𝒅.

Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.
spot_img

PERISTIWA

‎𝐃𝐢 𝐇𝐚𝐝𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐩𝐚𝐫𝐚𝐭 𝐝𝐚𝐧 𝐈𝐖𝐎𝐈, 𝐑𝐞𝐤𝐭𝐨𝐫𝐚𝐭 𝐔𝐧𝐬𝐢𝐤𝐚 𝐒𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐚𝐟 𝐤𝐞 𝐖𝐚𝐫𝐭𝐚𝐰𝐚𝐧

KARAWANG | BEKASIEXPOSE | ‎Pihak Rektorat Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menyampaikan permintaan maaf atas pernyataan salah satu stafnya yang sempat menimbulkan polemik dengan insan pers. ‎Permintaan maaf itu disampaikan langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Unsika, Dr. H. Amirudin, Drs., M.Pd.I, bersama staf Humas Unsika, Nurhali. ‎Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan jajaran Unsika, aparat dari Polsek Telukjambe...

BEKASI 24 JAM

spot_img
spot_img

POS POPULER

INVESTIGASI

INDEKS