โKabupaten Bekasi |ย BEKASIEXPOSE.COM |
โโWarga Perumahan Cluster Vasana Neo Vasana, Kota Harapan Indah, Desa Setiaasih, Kecamatan Tarumajaya, mendesak Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait pembukaan akses menuju Mushola Ar-Rahman yang berada di luar kawasan cluster.
โโSalah satu perwakilan warga, Vicky, mengatakan aspirasi tersebut telah disampaikan sejak lama, mulai dari tingkat Pemerintah Kabupaten Bekasi hingga melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi III DPR RI. Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut konkret dari hasil RDP tersebut.
โโโKami meminta kepastian dari Bapak Plt Bupati Bekasi. Sudah dua hingga tiga bulan sejak RDP, tetapi belum ada eksekusi, padahal dalam forum itu sudah jelas disampaikan bahwa warga diberikan akses menggunakan mushola yang dibangun secara swadaya,โ ujar Vicky.
โโIa menjelaskan, perjuangan warga membuka akses mushola telah berlangsung sejak tahun 2022. Latar belakangnya adalah faktor keamanan, setelah salah satu warga cluster menjadi korban begal saat hendak beribadah ke masjid yang lokasinya lebih jauh dari permukiman.
โโโWarga sempat meminta penyediaan lahan dan pembangunan tempat ibadah kepada pengembang, namun tidak ditanggapi. Akhirnya kami berinisiatif menggalang dana hingga Mushola Ar-Rahman berdiri di luar cluster,โ jelasnya.
โโVicky berharap Plt Bupati Bekasi dapat segera mengeksekusi pembukaan akses tersebut, agar warga dapat beribadah dengan aman dan nyaman, terutama menjelang bulan suci Ramadan.
โโSenada, warga lainnya, Iwan, menepis alasan pihak pengembang yang menolak membuka akses dengan dalih keamanan. Menurutnya, argumen tersebut tidak relevan karena tembok Mushola Ar-Rahman justru lebih tinggi dibandingkan tembok cluster.
โโโAlasan keamanan sudah tidak relevan dan sudah dibahas tuntas dalam RDP. Tidak ada lagi alasan, yang dibutuhkan sekarang hanyalah eksekusi dan penegasan dari Pemda kepada developer,โ tegasnya.
โโIa menambahkan, selama akses belum dibuka, warga harus memutar sekitar sepuluh menit untuk mencapai mushola. Kondisi tersebut dinilai rawan, terutama bagi warga yang melaksanakan shalat Subuh.
โโDampak lain juga dirasakan warga, seperti disampaikan Adam Ari Wibawa. Ia menyebut, keterbatasan akses menyebabkan warga terpaksa menshalatkan jenazah di masjid lain, meski mushola telah tersedia namun tidak dapat diakses secara langsung.
โโโKami berharap Plt Bupati Bekasi segera menindaklanjuti aspirasi ini demi kepentingan ibadah dan kemanusiaan,โ ujarnya.
โโSementara itu, Arif Chairiman menekankan pentingnya keberadaan sarana ibadah yang aman dan mudah dijangkau, khususnya bagi keluarga saat kepala keluarga bekerja di luar rumah. Ia meminta Pemkab Bekasi konsisten menjalankan hasil keputusan RDP di Komisi III DPR RI.
โโ๐น๐๐
โ









