Rabu, Juli 29, 2026
spot_img
spot_imgspot_img

TOP NEWS

spot_img

BEKASI 24 JAM

spot_img

Demi Layanan Kesehatan Berkelanjutan, Pemkab Bekasi Perkuat Dukungan terhadap Program JKN

GARUT — BEKASIEXPOSE.COM – Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya bagi masyarakat kurang mampu.

Hal ini disampaikan oleh Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Ida Farida, saat menghadiri kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Program JKN pada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat, yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri bersama BPJS Kesehatan, di Hotel Mercure Garut, Selasa (7/10/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Ida Farida menyampaikan bahwa Pemkab Bekasi terus menunjukkan keseriusan dalam memastikan iuran JKN, terutama bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Daerah, dapat dibayarkan secara tepat waktu dan sesuai dengan kemampuan fiskal daerah.

“Kami telah melakukan rekonsiliasi secara rutin dengan BPJS Kesehatan Cabang Kabupaten Bekasi, untuk memastikan seluruh kewajiban pemerintah daerah terselesaikan dengan baik, terjadwal, dan sejalan dengan kapasitas fiskal yang ada,” ujar Ida Farida.

Ia menambahkan, Pemkab Bekasi juga melakukan verifikasi dan validasi (vervali) data kepesertaan secara berkala dua minggu sekali. Langkah ini dilakukan agar data kepesertaan JKN tetap akurat dan dapat segera disampaikan ke Kementerian Sosial, sehingga peserta yang tergolong dalam PBI APBN dapat teranggarkan secara tepat.

Baca Juga  1. UBP Karawang Kukuhkan 996 Sarjana, Rektor Tekankan Penguasaan AI Berlandaskan Integritas

“Untuk kelompok masyarakat pada desil 6 sampai 10, kami lakukan vervali agar mereka yang tergolong mampu diarahkan pada pola pendanaan mandiri. Sedangkan desil 1 sampai 5 tetap dijamin melalui pendanaan pemerintah, sehingga prinsip keadilan dan ketepatan sasaran bisa diwujudkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ida Farida menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah di Kabupaten Bekasi terus bersinergi dengan BPJS Kesehatan dalam menyukseskan pelaksanaan Program JKN. Ia menilai, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada kemampuan fiskal, tetapi juga pada koordinasi lintas sektor yang solid.

“Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah, perangkat daerah, dan BPJS Kesehatan terus terjaga, agar apa yang menjadi kewajiban pemerintah daerah dapat diselesaikan secara tuntas,” tegasnya.

Ida Farida juga menyoroti tantangan keterbatasan kapasitas fiskal daerah yang tengah dialami banyak pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Bekasi. Meski demikian, pihaknya berkomitmen untuk terus menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta melakukan efisiensi pengelolaan keuangan agar pembiayaan program strategis nasional, seperti JKN, tetap berjalan optimal.

Baca Juga  Sidak Proyek Ilegal Sukaasih Disorot: Komisi 3 DPRD Kabupaten Bekasi Dinilai Tanpa Tindak Lanjut Yang Jelas

“Meskipun kapasitas fiskal kita menurun, Pemkab Bekasi berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan kesehatan melalui optimalisasi PAD dan efisiensi belanja daerah,” imbuhnya.

Sebagai bentuk kesinambungan kebijakan, Ida Farida mengungkapkan bahwa Pemkab Bekasi telah menyusun strategi jangka menengah. Pada tahun 2026, program pembiayaan JKN akan teranggarkan dan terprogram secara penuh dalam APBD, sesuai dengan kesepakatan bersama BPJS Kesehatan.

“Kami sudah bersepakat dengan BPJS Kesehatan bahwa seluruh kegiatan terkait jaminan kesehatan masyarakat akan diarahkan melalui BPJS Kesehatan. Ini bentuk nyata komitmen kami untuk memberikan jaminan layanan kesehatan yang berkelanjutan bagi seluruh warga Bekasi.” tutupnya.

Dengan langkah konsisten dan sinergi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi bertekad untuk memastikan bahwa setiap warga, terutama masyarakat miskin dan rentan, mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan yang layak, adil, dan berkesinambungan.

Sementara itu, Deputi Direksi Wilayah V BPJS Kesehatan, Irfan Humaidi, menyampaikan bahwa Program JKN merupakan program strategis nasional yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Ia menjelaskan, tingkat kepesertaan JKN di Jawa Barat telah mencapai 98 persen, menunjukkan kesadaran dan dukungan masyarakat yang tinggi terhadap program jaminan kesehatan tersebut.

Baca Juga  1. UBP Karawang Kukuhkan 996 Sarjana, Rektor Tekankan Penguasaan AI Berlandaskan Integritas

“Pemanfaatan JKN di Jawa Barat tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Perputaran dana melalui fasilitas kesehatan (faskes) turut menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat ekosistem pelayanan kesehatan di wilayah,” ujar Irfan Humaidi.

Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan program JKN melalui sinergi kebijakan dan pengelolaan keuangan yang efisien. Dengan komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BPJS Kesehatan, Program JKN diharapkan tidak hanya menjadi jaminan kesehatan universal, tetapi juga motor penggerak kesejahteraan masyarakat dan pemerataan layanan kesehatan di seluruh Indonesia.

“Dukungan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam memastikan keberlanjutan JKN. Kami berharap kolaborasi dengan Kabupaten Bekasi dapat terus diperkuat, agar seluruh masyarakat terlindungi dan pelayanan kesehatan semakin merata.” tandasnya. (Red)

(Sumber: Bekasikab.go.id)

Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.
spot_img

PERISTIWA

Gabung LPK Saiko Mezasu Mulai Langkah Sukses Bekerja di Jepang

KARAWANG, Bekasiexpose.com – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Saiko Mezasu Sejahtera resmi membuka Penerimaan Siswa/Siswi Baru Tahun 2026 bagi masyarakat yang memiliki cita-cita berkarier di Jepang melalui jalur resmi. Program ini merupakan wujud komitmen lembaga dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten, disiplin, berkarakter, dan siap bersaing di dunia kerja internasional. Pada penerimaan tahun ini, LPK Saiko Mezasu Sejahtera membuka beberapa...

BEKASI 24 JAM

spot_img
spot_img

POS POPULER

INVESTIGASI

INDEKS