Selasa, Maret 3, 2026
spot_img
spot_imgspot_img

TOP NEWS

spot_img

BEKASI 24 JAM

spot_img

Seabad Berdiri, SDN Simpangan 01 Resmi Jadi Bangunan Cagar Budaya

BEKASIEXPOSE.COM – CIKARANG UTARA – Kabupaten Bekasi memiliki sebuah bangunan sekolah bersejarah yang telah berdiri lebih dari satu abad. Sekolah tersebut adalah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Simpangan 01, yang berlokasi di Jalan Raya Lemahabang, Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sekolah ini berdiri pada 1 Januari 1917, jauh sebelum Indonesia merdeka.

Bangunan lama SDN Simpangan 01 kini diapit oleh beberapa Ruang Kelas Baru (RKB), sehingga keberadaannya tak begitu terlihat dari tepi jalan. Bangunan utama yang berdiri sejak masa kolonial Belanda itu memiliki lima ruang kelas dengan ciri khas arsitektur tempo dulu. Setiap ruang memiliki ventilasi besar, di mana setengah dindingnya berupa tembok dan setengahnya lagi terbuka dengan jaring besi.

Baca Juga  𝐓𝐚𝐧𝐠𝐢𝐬 𝐖𝐚𝐧𝐢𝐭𝐚 𝐇𝐚𝐝𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐨𝐛𝐢𝐥 𝐆𝐮𝐛𝐞𝐫𝐧𝐮𝐫 𝐃𝐞𝐝𝐢 𝐌𝐮𝐥𝐲𝐚𝐝𝐢, 𝐃𝐮𝐠𝐚𝐚𝐧 𝐃𝐚𝐧𝐚 𝐌𝐚𝐧𝐝𝐞𝐤 𝐝𝐢 𝐂𝐢𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐁𝐚𝐫𝐚𝐭 𝐇𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐒𝐞𝐠𝐞𝐫𝐚 𝐃𝐢𝐭𝐢𝐧𝐝𝐚𝐤𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭𝐢

Pada masa pendudukan Jepang, sekolah ini dikenal sebagai Sekolah Rakyat Lemahabang, dan setelah kemerdekaan berubah nama menjadi SDN Simpangan 01 Lemahabang. Kini, dari lima ruang kelas lama tersebut, dua masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (kelas Vc dan Vd), satu difungsikan sebagai tempat ibadah, sedangkan dua lainnya sudah tidak digunakan.

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Bekasi, Wahyudi Hafiludin Sadeli, mengungkapkan bahwa bangunan tua ini menyimpan berbagai peninggalan kolonial Belanda.

Beberapa di antaranya adalah genteng bertuliskan “Han Seng Batavia”, pintu dan engsel kayu asli, serta pondasi bangunan lama yang masih kokoh. Karena nilai sejarah dan arsitekturnya yang khas, bangunan ini telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya (BCB) oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Baca Juga  ‎𝐏𝐞𝐦𝐮𝐝𝐚 𝐏𝐚𝐧𝐜𝐚𝐬𝐢𝐥𝐚 𝐊𝐚𝐰𝐚𝐥 𝐀𝐝𝐮𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐝𝐚𝐠𝐚𝐧𝐠, 𝐃𝐢𝐝𝐮𝐠𝐚 𝐓𝐞𝐫𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐏𝐮𝐧𝐠𝐮𝐭𝐚𝐧 𝐋𝐢𝐚𝐫 𝐝𝐢 𝐏𝐚𝐬𝐚𝐫 𝐓𝐮𝐦𝐩𝐚𝐡 𝐂𝐢𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚

“Originalitas bangunan lama sekolah ini sekitar 70 persen. Pondasi, tiang, dan daun pintu masih asli. Genteng-genteng juga masih banyak yang orisinal, terlihat dari kode-kode produksi yang tercetak di bagian bawahnya,” ujar Wahyudi saat ditemui pada Selasa (7/10/2025).

Lebih lanjut, Wahyudi menjelaskan bahwa SDN Simpangan 01 pada masa Belanda dikenal dengan nama Folk School Lemahabang. Sekolah ini dibangun oleh pemerintah kolonial karena wilayah Lemahabang saat itu merupakan pusat industri pangan dan menjadi lokasi perusahaan besar milik Michiels Arnold, yang memproduksi hasil bumi seperti beras.

“Lemahabang saat itu menjadi pusat kegiatan ekonomi dan jalur transportasi penting, termasuk kereta api untuk distribusi logistik. Karena banyak pekerja di perusahaan tersebut, dibangunlah sekolah ini agar anak-anak masyarakat sekitar bisa mendapatkan pendidikan,” jelasnya.

Baca Juga  𝐊𝐥𝐚𝐫𝐢𝐟𝐢𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐕𝐢𝐝𝐞𝐨 𝐃𝐮𝐠𝐚𝐚𝐧 𝐏𝐮𝐧𝐠𝐥𝐢 𝐏𝐚𝐬𝐚𝐫 𝐓𝐮𝐦𝐩𝐚𝐡, 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐞𝐥𝐨𝐥𝐚 𝐁𝐚𝐧𝐭𝐚𝐡 𝐓𝐮𝐝𝐮𝐡𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐠𝐚𝐬𝐤𝐚𝐧 𝐓𝐚𝐤 𝐀𝐝𝐚 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚𝐚𝐧 𝐔𝐚𝐧𝐠

Dengan statusnya sebagai Bangunan Cagar Budaya yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010, Wahyudi berharap seluruh pihak turut menjaga dan melestarikan peninggalan bersejarah tersebut.

“Bagi saya, SDN Simpangan 01 merupakan monumen bukti bahwa masyarakat Bekasi sudah mendapatkan hak pendidikan bahkan pada masa penjajahan. Ini menjadi bagian penting dari sejarah pendidikan di Kabupaten Bekasi,” tutupnya.

Reporter : Andre M Jafar

Editor     : Yus Ismail.(Red)

Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.
spot_img

PERISTIWA

‎𝐃𝐢 𝐇𝐚𝐝𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐩𝐚𝐫𝐚𝐭 𝐝𝐚𝐧 𝐈𝐖𝐎𝐈, 𝐑𝐞𝐤𝐭𝐨𝐫𝐚𝐭 𝐔𝐧𝐬𝐢𝐤𝐚 𝐒𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐚𝐟 𝐤𝐞 𝐖𝐚𝐫𝐭𝐚𝐰𝐚𝐧

KARAWANG | BEKASIEXPOSE | ‎Pihak Rektorat Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menyampaikan permintaan maaf atas pernyataan salah satu stafnya yang sempat menimbulkan polemik dengan insan pers. ‎Permintaan maaf itu disampaikan langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Unsika, Dr. H. Amirudin, Drs., M.Pd.I, bersama staf Humas Unsika, Nurhali. ‎Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan jajaran Unsika, aparat dari Polsek Telukjambe...

BEKASI 24 JAM

spot_img
spot_img

POS POPULER

INVESTIGASI

INDEKS