Selasa, April 14, 2026
spot_img
spot_imgspot_img

TOP NEWS

spot_img

BEKASI 24 JAM

spot_img

𝐃𝐢𝐝𝐮𝐠𝐚 𝐈𝐧𝐭𝐢𝐦𝐢𝐝𝐚𝐬𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐚𝐬 𝐊𝐞𝐩𝐚𝐥𝐚 𝐃𝐞𝐬𝐚, 𝐎𝐤𝐧𝐮𝐦 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐚𝐤𝐮 𝐋𝐒𝐌 𝐁𝐚𝐤𝐚𝐥 𝐃𝐢𝐥𝐚𝐩𝐨𝐫𝐤𝐚𝐧

Kabupaten Bekasi | BEKASIEXPOSE |

‎Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat gerakan pemuda Bekasi sekaligus Katimsus LSM Garda Bekasi pusat Andreas Lintang Pratama,  malam tadi melakukan penelusuran di wilayah Desa Karanganyar, guna mencari oknum yang mengaku “LSM MAUNG KDM”. Oknum tersebut diduga kuat melakukan pemerasan terhadap kepala desa Sukakarya.

‎‎Ia mengatakan, ada seorang oknum yang mengaku anggota “LSM MAUNG KDM” yang berinisial (KR), diduga melakukan aksi pemerasan terhadap Jonny Fahamsyah Kepala Desa Sukakarya – Kecamatan Sukakarya – Kabupaten Bekasi,pada Kamis (05/03/2026).

‎‎Kedatangan Andreas ke lokasi tempat tinggal (KR), selain sebagai warga Kabupaten Bekasi sekaligus mendampingi keluarganya yaitu Jonny Fahamsyah yang merupakan kades Sukakarya.

‎‎Dikatakannya Andreas, Kepala Desa Sukakarya Jonny Fahamsyah bercerita kepada saya, bahwa dia merasa di peras oleh Oknum LSM MAUNG KDM.

‎‎Lanjut Andreas. Kronologinya berawal Oknum LSM MAUNG KDM tersebut mendapatkan informasi dari salah-seorang RT yang bercerita kepada (KR) yang katanya belum digajih oleh Kepala Desa Sukakarya, disitulah Oknum tersebut melancarkan aksinya untuk menakut nakuti Jonny Fahamsyah Kades Sukakarya.

‎Padahal kita ketahui bersama di Kabupaten Bekasi semua desa Sempat terjadi keterlambatan pencairan honor (gaji) bagi Ketua RT dan RW di Kabupaten Bekasi, khususnya untuk periode Agustus hingga Oktober 2025.

‎Karena alokasi dana desa (ADD) di Kabupaten Bekasi tahun 2025 dilaporkan belum terima secara utuh oleh pemerintah desa sehingga mendekati akhir tahun anggaran. Kondisi ini terjadi akibat pemotongan anggaran dana desa.

‎‎Sejatinya kepala desa Sukakarya walaupun ada kendala pemotongan Dana Desa dari Pemkab-Bekasi kurang lebih 370jt, tetapi dia tetap fokus membangun desa, diantaranya Infrastruktur jalan dan yang lainya.

Baca Juga  Pengakuan Pejabat: Terima Uang Miliaran, Sistem Proyek Disebut Sudah Jadi ‘Kebiasaan Lama’

‎‎Kepala Desa Sukakarya pun mengakui adanya keterlambatan gajih RT/RW, tetapi hal itu diselesaikan oleh Kepala Desa Sukakarya, walaupun uang tersebut pinjam sana sini, untuk menutupi gajih RT/RW.

‎Tetapi dalam hal ini sangat saya sayangkan sekali, momen ini di manfaatkan oleh salah seorang oknum yang diduga mengaku LSM MAUNG KDM untuk melancarkan aksinya menakut-nakuti Kepala Desa Sukakarya,terangnya Andreas.

‎‎Lebih parahnya lagi oknum tersebut sampai datang ke kantor Kecamatan Sukakarya bahkan dia pun sempat ke Lembur Pakuan sambil membawa RT/RW ke sana, ternyata pada saat saya konfirmasi ke RT/RW mereka sudah di bayarkan gajinya oleh Kepala Desa Sukakarya,ucapnya dia.

‎Tidak sampai disitu, oknum tersebut bahkan sering WhatsApp kepala desa Sukakarya meminta sejumlah uang, yang katanya untuk “DPP MAUNG KDM”, dan saya menduga uang yang ia minta dari Kepala Desa hanya untuk kepentingan pribadinya, maka dari itu demi menjaga marwah dan harga diri keluarga saya selaku Kepala Desa Sukakarya, kejadian ini akan saya tindak lanjuti keranah hukum, tegasnya.

‎‎Sementara itu ditempat tempat yang sama Jonny Fahamsyah Kepala Desa Sukakarya, membenarkan bahwa ada oknum yang mengaku dari LSM MAUNG KDM, dia meminta uang melalui WhatsApp.

‎‎Dikatakannya Kepala Desa Sukakarya,bahwa oknum tersebut, bilang seperti ini, “Okelah kalau ini tidak mau dilanjut saya minta uang buat DPP sekitar Lima Juta”, cuma saat itu sudah beberapa kali belum saya penuhi, karena ada bahasa dia buat bensin, saya kasih dua ratus, tiga ratus, lima ratus, dan itu ada bukti transfernya di saya,ungkap dia.

Baca Juga  Kasus Korupsi Bekasi Bergulir, Publik Serukan ‘Jangan Tebang Pilih’ dalam Penegakan Hukum

‎‎Karena oknum tersebut sering kali WhatsApp saya, akhirnya saya bersama ketua BPD Sukakarya, mendatangi rumah oknum tersebut, karena dia sering WhatsApp saya mengancam akan ditindak lanjuti ke DPP MAUNG KDM.

‎‎Lanjut Jonny, kata oknum tersebut, bahwa DPP minta uang, dan saat itupun Ketua BPD saya transfer ke oknum tersebut sebesar tiga juta lima ratus ribu,ucap dia.

‎‎Jujur saja dalam halini saya merasa terganggu, karena selama ini saya kalau soal uang tidak pelit, sebab saya cari persahabatan, kalau hanya cari kesalahan seseorang itu, di depan pintu bisa,tutur dia.

‎Cuma yang saya tidak terima sehingga saya emosi, oknum tersebut tidak punya adab dan etika, karena dia selalu WhatsApp saya jam 3 subuh, kemudian RT saya juga di WA sama oknum tersebut sekitar pukul 03.30 WIB subuh, bahkan RT saya sampai di intervensi oleh oknum tersebut, dan bukti WhatsApp nya ada semua.

‎Oknum tersebut mengaku sebagai tim investigasi LSM MAUNG KDM, bahkan saat itu dia membawa beberapa RT saya ke Lembur Pakuan, yang anehnya RT saya disuruh tanda tangan untuk bukti pelaporan, dan pada saat dia mengaku sebagai LSM selama ini tidak pernah bersurat, hanya ucapan lisan saja, sampai meminta uang ke saya,kata Jonny.

‎‎Dengan kejadian ini, saya merasa tidak nyaman dengan oknum yang mengaku sebagai LSM MAUNG KDM, sampai saya di takut takuti, bahwa saya akan dilaporkan ke Kajari Provinsi, sangat aneh ini orang.

Baca Juga  Kasus Korupsi Bekasi Bergulir, Publik Serukan ‘Jangan Tebang Pilih’ dalam Penegakan Hukum

‎‎Kemudian dilokasi yang sama pun, oknum tersebut saat di konfirmasi awak media, dirinya mengakui kalau dia meminta uang atas printah DPP MAUNG KDM, terakhir saya menerima uang sebesar tiga juta lima ratus ribu dari Kepala Desa Sukakarya, kemudian uang tersebut saya serahkan ke DPP MAUNG KDM dan saya pun langsung dikasih uang oleh Bapak Acim, selaku DPP, sekitar Lima ratus ribuan,kata dia,kata dia.

‎‎Dirinya juga mengaku di organisasi ini nginduknya ke Bapak Acim selaku ketua LSM MAUNG KDM yang bertempat di Rengasdengklok  Kabupaten Karawang.

‎‎Ia juga mengatakan bahwa dia mendapatkan printah dari Ketua LSM MAUNG KDM yang di Rengasdengklok, dengan dalih, kalau tidak mau dilanjut temuin Kepala Desa, dan saat itupun saya langsung WhatsApp Kepala Desa Sukakarya.

‎Dia juga mengatakan bahwa dia meminta uang kepada kepala desa Sukaraya sebesar lima juta rupiah, dan baru menerima tiga juta lima ratus ribu.

‎Halini dia lakukan berawal adanya laporan dari RT dan RW meminta tolong ke saya, bahwa RT/RW ini katanya belum di gajih, sehingga oknum tersebut berkomunikasi langsung kepada kepala desa Sukakarya.

‎‎Lebih lanjutnya dia, Oknum tersebut pun mengatakan siap untuk menerima konsekuensinya, apabila Kepala Desa Sukakarya melakukan tindakan tegas, pungkasnya.

‎‎𝑹𝒆𝒅

Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.
spot_img

PERISTIWA

Karawang Tampil di TV Nasional, Bupati Aep Beberkan Keberhasilan Layanan Kesehatan Gratis

KARAWANG, Bekasiexpose.com — Pemerintah Kabupaten Karawang terus memperkuat komitmen pelayanan kesehatan melalui program jaminan kesehatan gratis bagi masyarakat. Capaian tersebut mendapat sorotan nasional setelah ditampilkan dalam program Jurnal Nusantara di Kompas TV, Senin (13/4/2026). Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyampaikan bahwa cakupan kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Karawang telah mencapai 98 persen. “Alhamdulillah capaian kami sudah 98 persen. Tahun 2026...

BEKASI 24 JAM

spot_img
spot_img

POS POPULER

INVESTIGASI

INDEKS