Selasa, Maret 3, 2026
spot_img
spot_imgspot_img

TOP NEWS

spot_img

BEKASI 24 JAM

spot_img

Waspada DBD! Pemdes Karangharum Lakukan Fogging untuk Cegah Penyebaran Nyamuk

KEDUNGWARINGIN — BEKASIEXPOSE.COM – Pemerintah Desa Karangharum, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, melakukan fogging atau pengasapan di wilayah Dusun 3 sebagai langkah cepat tanggap menyusul meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan ini dilakukan sejak Minggu (19/10/2025) dan diprioritaskan di RT 010, 011, dan 012.

Kepala Desa Karangharum, M. Rimansyah, mengatakan pengasapan dilakukan sebagai respons atas laporan warga yang terjangkit DBD di beberapa titik di Dusun 3. Pemerintah desa langsung bergerak cepat agar penyebaran penyakit tidak meluas ke wilayah lain.

“Karena banyaknya kasus demam berdarah, kami pemerintah desa Karangharum melakukan fogging di Dusun 3, khususnya di RT 010, 011, dan 012, karena ada beberapa warga yang positif DBD,” ujar Rimansyah saat ditemui, Senin (20/10/2025).

Baca Juga  ‎𝐏𝐞𝐦𝐮𝐝𝐚 𝐏𝐚𝐧𝐜𝐚𝐬𝐢𝐥𝐚 𝐊𝐚𝐰𝐚𝐥 𝐀𝐝𝐮𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐝𝐚𝐠𝐚𝐧𝐠, 𝐃𝐢𝐝𝐮𝐠𝐚 𝐓𝐞𝐫𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐏𝐮𝐧𝐠𝐮𝐭𝐚𝐧 𝐋𝐢𝐚𝐫 𝐝𝐢 𝐏𝐚𝐬𝐚𝐫 𝐓𝐮𝐦𝐩𝐚𝐡 𝐂𝐢𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚

Ia menambahkan, kegiatan fogging akan difokuskan terlebih dahulu di wilayah yang sudah terkonfirmasi terdapat kasus DBD. Setelah seluruh titik di Dusun 3 selesai dilakukan pengasapan, kegiatan serupa akan dilanjutkan ke dusun lain jika diperlukan.

“Untuk sekarang kami utamakan daerah yang sudah terkena. Jika semua di Dusun 3 sudah difogging, baru kami lanjutkan ke dusun-dusun lainnya,” jelasnya.

Langkah ini, kata Rimansyah, merupakan bagian dari upaya pencegahan sekaligus mitigasi agar jumlah kasus tidak terus bertambah. Pemerintah desa bekerja sama dengan petugas kesehatan dan kader lingkungan dalam pelaksanaan fogging.

Baca Juga  𝐊𝐥𝐚𝐫𝐢𝐟𝐢𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐕𝐢𝐝𝐞𝐨 𝐃𝐮𝐠𝐚𝐚𝐧 𝐏𝐮𝐧𝐠𝐥𝐢 𝐏𝐚𝐬𝐚𝐫 𝐓𝐮𝐦𝐩𝐚𝐡, 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐞𝐥𝐨𝐥𝐚 𝐁𝐚𝐧𝐭𝐚𝐡 𝐓𝐮𝐝𝐮𝐡𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐠𝐚𝐬𝐤𝐚𝐧 𝐓𝐚𝐤 𝐀𝐝𝐚 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚𝐚𝐧 𝐔𝐚𝐧𝐠

Meskipun fogging dilakukan, Rimansyah menegaskan bahwa pengasapan bukan satu-satunya solusi. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Kami juga meminta seluruh masyarakat Desa Karangharum agar terus menjaga lingkungannya. Jangan sampai ada genangan air, dan biasakan hidup bersih agar nyamuk tidak berkembang biak,” tegasnya.

Rimansyah juga mengingatkan pentingnya peran serta warga dalam melakukan gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat air, dan mengubur barang bekas yang bisa menampung air hujan.

Baca Juga  𝐓𝐚𝐧𝐠𝐢𝐬 𝐖𝐚𝐧𝐢𝐭𝐚 𝐇𝐚𝐝𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐨𝐛𝐢𝐥 𝐆𝐮𝐛𝐞𝐫𝐧𝐮𝐫 𝐃𝐞𝐝𝐢 𝐌𝐮𝐥𝐲𝐚𝐝𝐢, 𝐃𝐮𝐠𝐚𝐚𝐧 𝐃𝐚𝐧𝐚 𝐌𝐚𝐧𝐝𝐞𝐤 𝐝𝐢 𝐂𝐢𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐁𝐚𝐫𝐚𝐭 𝐇𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐒𝐞𝐠𝐞𝐫𝐚 𝐃𝐢𝐭𝐢𝐧𝐝𝐚𝐤𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭𝐢

Pihak desa juga akan menggencarkan sosialisasi dan edukasi tentang pencegahan DBD melalui posyandu dan kegiatan RT/RW. Selain itu, perangkat desa diminta untuk aktif memantau kondisi kesehatan warganya.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Pemdes Karangharum berharap penyebaran DBD dapat segera dikendalikan dan tidak berkembang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di wilayahnya. (Red)

(Sumber: Bekasikab.go.id)

Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.
spot_img

PERISTIWA

‎𝐃𝐢 𝐇𝐚𝐝𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐩𝐚𝐫𝐚𝐭 𝐝𝐚𝐧 𝐈𝐖𝐎𝐈, 𝐑𝐞𝐤𝐭𝐨𝐫𝐚𝐭 𝐔𝐧𝐬𝐢𝐤𝐚 𝐒𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐚𝐟 𝐤𝐞 𝐖𝐚𝐫𝐭𝐚𝐰𝐚𝐧

KARAWANG | BEKASIEXPOSE | ‎Pihak Rektorat Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menyampaikan permintaan maaf atas pernyataan salah satu stafnya yang sempat menimbulkan polemik dengan insan pers. ‎Permintaan maaf itu disampaikan langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Unsika, Dr. H. Amirudin, Drs., M.Pd.I, bersama staf Humas Unsika, Nurhali. ‎Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan jajaran Unsika, aparat dari Polsek Telukjambe...

BEKASI 24 JAM

spot_img
spot_img

POS POPULER

INVESTIGASI

INDEKS