Kamis, Maret 5, 2026
spot_img
spot_imgspot_img

TOP NEWS

spot_img

BEKASI 24 JAM

spot_img

Puskesmas Muaragembong Gencarkan Fogging dan Edukasi Kebersihan Lingkungan

MUARAGEMBONG – BEKASIEXPOSE.COM – Dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang rawan saat musim hujan, Puskesmas Muaragembong melakukan berbagai langkah antisipatif salah satunya dengan melakukan pembersihan lingkungan dan upaya fogging bagi wilayah yang terkonfirmasi DBD di wilayah desa Kecamatan Muaragembong.

Kepala Puskesmas Muaragembong, dr. Ridwan Meito Tomanyira, mengatakan kegiatan fogging dilakukan sebagai langkah untuk memutus rantai penularan serta untuk membunuh nyamuk dewasa dengan jenis Aedes Aegypti yang menjadi vektor utama penyakit DBD.

“Fogging ini kami lakukan secara massif di beberapa wilayah desa yang memiliki potensi berkembang biaknya nyamuk DBD saat datangnya musim hujan,” ujar Kapuskes Muaragembong pada Senin, (13/10/2025).

Baca Juga  𝐓𝐚𝐧𝐠𝐢𝐬 𝐖𝐚𝐧𝐢𝐭𝐚 𝐇𝐚𝐝𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐨𝐛𝐢𝐥 𝐆𝐮𝐛𝐞𝐫𝐧𝐮𝐫 𝐃𝐞𝐝𝐢 𝐌𝐮𝐥𝐲𝐚𝐝𝐢, 𝐃𝐮𝐠𝐚𝐚𝐧 𝐃𝐚𝐧𝐚 𝐌𝐚𝐧𝐝𝐞𝐤 𝐝𝐢 𝐂𝐢𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐁𝐚𝐫𝐚𝐭 𝐇𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐒𝐞𝐠𝐞𝐫𝐚 𝐃𝐢𝐭𝐢𝐧𝐝𝐚𝐤𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭𝐢

Selain fogging, dr. Ridwan menambahkan Puskesmas Muaragembong juga mengintensifkan edukasi maupun sosialisasi PHBS mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan gerakan 3M Plus kepada masyarakat. Gerakan 3M Plus meliputi Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat penampungan air.

“Selain itu, adapun untuk Plus-nya yaitu upaya pencegahan tambahan seperti memelihara Ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, gotong-royong membersihkan lingkungan, melakukan pengecekan tempat penampungan air secara berkala. Kami juga menyarankan masyarakat perbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar serta menanam tanaman pengusir nyamuk,” terangnya.

Baca Juga  ‎𝐏𝐞𝐦𝐮𝐝𝐚 𝐏𝐚𝐧𝐜𝐚𝐬𝐢𝐥𝐚 𝐊𝐚𝐰𝐚𝐥 𝐀𝐝𝐮𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐝𝐚𝐠𝐚𝐧𝐠, 𝐃𝐢𝐝𝐮𝐠𝐚 𝐓𝐞𝐫𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐏𝐮𝐧𝐠𝐮𝐭𝐚𝐧 𝐋𝐢𝐚𝐫 𝐝𝐢 𝐏𝐚𝐬𝐚𝐫 𝐓𝐮𝐦𝐩𝐚𝐡 𝐂𝐢𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚

Menurut dr. Ridwan, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam keberhasilan pencegahan DBD. Pihak Puskesmas juga melibatkan para kader kesehatan desa untuk melakukan pemantauan jentik nyamuk secara berkala di wilayah yang memang berpotensi.

“DBD tidak bisa dicegah hanya dengan fogging. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif dari semua pihak terutama masyarakat untuk membersihkan lingkungan secara rutin dan sering,” tambahnya.

dr. Ridwan juga mengimbau masyarakat setempat, jika mengalami gejala DBD untuk segera melapor ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) terdekat seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, dan munculnya bintik-bintik merah pada kulit. (Red)

Baca Juga  𝐈𝐧𝐝𝐮𝐬𝐭𝐫𝐢 𝐝𝐢 𝐓𝐞𝐧𝐠𝐚𝐡 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐮𝐤𝐢𝐦𝐚𝐧 𝐁𝐢𝐧𝐨𝐧𝐠 𝐃𝐢𝐬𝐨𝐫𝐨𝐭, 𝐏𝐞𝐦𝐞𝐫𝐢𝐧𝐭𝐚𝐡 𝐃𝐢𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐓𝐞𝐠𝐚𝐬 𝐓𝐞𝐫𝐭𝐢𝐛𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐀𝐮𝐝𝐢𝐭 𝐏𝐞𝐫𝐢𝐳𝐢𝐧𝐚𝐧

(Sumber: Bekasikab.go.id)

Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.
spot_img

PERISTIWA

‎𝐃𝐢 𝐇𝐚𝐝𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐩𝐚𝐫𝐚𝐭 𝐝𝐚𝐧 𝐈𝐖𝐎𝐈, 𝐑𝐞𝐤𝐭𝐨𝐫𝐚𝐭 𝐔𝐧𝐬𝐢𝐤𝐚 𝐒𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐚𝐟 𝐤𝐞 𝐖𝐚𝐫𝐭𝐚𝐰𝐚𝐧

KARAWANG | BEKASIEXPOSE | ‎Pihak Rektorat Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menyampaikan permintaan maaf atas pernyataan salah satu stafnya yang sempat menimbulkan polemik dengan insan pers. ‎Permintaan maaf itu disampaikan langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Unsika, Dr. H. Amirudin, Drs., M.Pd.I, bersama staf Humas Unsika, Nurhali. ‎Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan jajaran Unsika, aparat dari Polsek Telukjambe...

BEKASI 24 JAM

spot_img
spot_img

POS POPULER

INVESTIGASI

INDEKS