Selasa, Maret 3, 2026
spot_img
spot_imgspot_img

TOP NEWS

spot_img

BEKASI 24 JAM

spot_img

Demi Layanan Kesehatan Berkelanjutan, Pemkab Bekasi Perkuat Dukungan terhadap Program JKN

GARUT — BEKASIEXPOSE.COM – Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya bagi masyarakat kurang mampu.

Hal ini disampaikan oleh Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Ida Farida, saat menghadiri kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Program JKN pada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat, yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri bersama BPJS Kesehatan, di Hotel Mercure Garut, Selasa (7/10/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Ida Farida menyampaikan bahwa Pemkab Bekasi terus menunjukkan keseriusan dalam memastikan iuran JKN, terutama bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Daerah, dapat dibayarkan secara tepat waktu dan sesuai dengan kemampuan fiskal daerah.

“Kami telah melakukan rekonsiliasi secara rutin dengan BPJS Kesehatan Cabang Kabupaten Bekasi, untuk memastikan seluruh kewajiban pemerintah daerah terselesaikan dengan baik, terjadwal, dan sejalan dengan kapasitas fiskal yang ada,” ujar Ida Farida.

Ia menambahkan, Pemkab Bekasi juga melakukan verifikasi dan validasi (vervali) data kepesertaan secara berkala dua minggu sekali. Langkah ini dilakukan agar data kepesertaan JKN tetap akurat dan dapat segera disampaikan ke Kementerian Sosial, sehingga peserta yang tergolong dalam PBI APBN dapat teranggarkan secara tepat.

Baca Juga  ‎𝐏𝐞𝐦𝐮𝐝𝐚 𝐏𝐚𝐧𝐜𝐚𝐬𝐢𝐥𝐚 𝐊𝐚𝐰𝐚𝐥 𝐀𝐝𝐮𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐝𝐚𝐠𝐚𝐧𝐠, 𝐃𝐢𝐝𝐮𝐠𝐚 𝐓𝐞𝐫𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐏𝐮𝐧𝐠𝐮𝐭𝐚𝐧 𝐋𝐢𝐚𝐫 𝐝𝐢 𝐏𝐚𝐬𝐚𝐫 𝐓𝐮𝐦𝐩𝐚𝐡 𝐂𝐢𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚

“Untuk kelompok masyarakat pada desil 6 sampai 10, kami lakukan vervali agar mereka yang tergolong mampu diarahkan pada pola pendanaan mandiri. Sedangkan desil 1 sampai 5 tetap dijamin melalui pendanaan pemerintah, sehingga prinsip keadilan dan ketepatan sasaran bisa diwujudkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ida Farida menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah di Kabupaten Bekasi terus bersinergi dengan BPJS Kesehatan dalam menyukseskan pelaksanaan Program JKN. Ia menilai, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada kemampuan fiskal, tetapi juga pada koordinasi lintas sektor yang solid.

“Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah, perangkat daerah, dan BPJS Kesehatan terus terjaga, agar apa yang menjadi kewajiban pemerintah daerah dapat diselesaikan secara tuntas,” tegasnya.

Ida Farida juga menyoroti tantangan keterbatasan kapasitas fiskal daerah yang tengah dialami banyak pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Bekasi. Meski demikian, pihaknya berkomitmen untuk terus menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta melakukan efisiensi pengelolaan keuangan agar pembiayaan program strategis nasional, seperti JKN, tetap berjalan optimal.

Baca Juga  𝐊𝐥𝐚𝐫𝐢𝐟𝐢𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐕𝐢𝐝𝐞𝐨 𝐃𝐮𝐠𝐚𝐚𝐧 𝐏𝐮𝐧𝐠𝐥𝐢 𝐏𝐚𝐬𝐚𝐫 𝐓𝐮𝐦𝐩𝐚𝐡, 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐞𝐥𝐨𝐥𝐚 𝐁𝐚𝐧𝐭𝐚𝐡 𝐓𝐮𝐝𝐮𝐡𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐠𝐚𝐬𝐤𝐚𝐧 𝐓𝐚𝐤 𝐀𝐝𝐚 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚𝐚𝐧 𝐔𝐚𝐧𝐠

“Meskipun kapasitas fiskal kita menurun, Pemkab Bekasi berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan kesehatan melalui optimalisasi PAD dan efisiensi belanja daerah,” imbuhnya.

Sebagai bentuk kesinambungan kebijakan, Ida Farida mengungkapkan bahwa Pemkab Bekasi telah menyusun strategi jangka menengah. Pada tahun 2026, program pembiayaan JKN akan teranggarkan dan terprogram secara penuh dalam APBD, sesuai dengan kesepakatan bersama BPJS Kesehatan.

“Kami sudah bersepakat dengan BPJS Kesehatan bahwa seluruh kegiatan terkait jaminan kesehatan masyarakat akan diarahkan melalui BPJS Kesehatan. Ini bentuk nyata komitmen kami untuk memberikan jaminan layanan kesehatan yang berkelanjutan bagi seluruh warga Bekasi.” tutupnya.

Dengan langkah konsisten dan sinergi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi bertekad untuk memastikan bahwa setiap warga, terutama masyarakat miskin dan rentan, mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan yang layak, adil, dan berkesinambungan.

Sementara itu, Deputi Direksi Wilayah V BPJS Kesehatan, Irfan Humaidi, menyampaikan bahwa Program JKN merupakan program strategis nasional yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Ia menjelaskan, tingkat kepesertaan JKN di Jawa Barat telah mencapai 98 persen, menunjukkan kesadaran dan dukungan masyarakat yang tinggi terhadap program jaminan kesehatan tersebut.

Baca Juga  𝐓𝐚𝐧𝐠𝐢𝐬 𝐖𝐚𝐧𝐢𝐭𝐚 𝐇𝐚𝐝𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐨𝐛𝐢𝐥 𝐆𝐮𝐛𝐞𝐫𝐧𝐮𝐫 𝐃𝐞𝐝𝐢 𝐌𝐮𝐥𝐲𝐚𝐝𝐢, 𝐃𝐮𝐠𝐚𝐚𝐧 𝐃𝐚𝐧𝐚 𝐌𝐚𝐧𝐝𝐞𝐤 𝐝𝐢 𝐂𝐢𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐁𝐚𝐫𝐚𝐭 𝐇𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐒𝐞𝐠𝐞𝐫𝐚 𝐃𝐢𝐭𝐢𝐧𝐝𝐚𝐤𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭𝐢

“Pemanfaatan JKN di Jawa Barat tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Perputaran dana melalui fasilitas kesehatan (faskes) turut menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat ekosistem pelayanan kesehatan di wilayah,” ujar Irfan Humaidi.

Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan program JKN melalui sinergi kebijakan dan pengelolaan keuangan yang efisien. Dengan komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BPJS Kesehatan, Program JKN diharapkan tidak hanya menjadi jaminan kesehatan universal, tetapi juga motor penggerak kesejahteraan masyarakat dan pemerataan layanan kesehatan di seluruh Indonesia.

“Dukungan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam memastikan keberlanjutan JKN. Kami berharap kolaborasi dengan Kabupaten Bekasi dapat terus diperkuat, agar seluruh masyarakat terlindungi dan pelayanan kesehatan semakin merata.” tandasnya. (Red)

(Sumber: Bekasikab.go.id)

Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.
spot_img

PERISTIWA

‎𝐃𝐢 𝐇𝐚𝐝𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐩𝐚𝐫𝐚𝐭 𝐝𝐚𝐧 𝐈𝐖𝐎𝐈, 𝐑𝐞𝐤𝐭𝐨𝐫𝐚𝐭 𝐔𝐧𝐬𝐢𝐤𝐚 𝐒𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐚𝐟 𝐤𝐞 𝐖𝐚𝐫𝐭𝐚𝐰𝐚𝐧

KARAWANG | BEKASIEXPOSE | ‎Pihak Rektorat Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menyampaikan permintaan maaf atas pernyataan salah satu stafnya yang sempat menimbulkan polemik dengan insan pers. ‎Permintaan maaf itu disampaikan langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Unsika, Dr. H. Amirudin, Drs., M.Pd.I, bersama staf Humas Unsika, Nurhali. ‎Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan jajaran Unsika, aparat dari Polsek Telukjambe...

BEKASI 24 JAM

spot_img
spot_img

POS POPULER

INVESTIGASI

INDEKS