Sabtu, September 12, 2026
spot_img
spot_imgspot_img

TOP NEWS

spot_img

BEKASI 24 JAM

spot_img

Gema Sholawat Nelayan Tarumajaya Jadi Ajang Silaturahmi Pemerintah dan Warga Pesisir

TARUMAJAYA | BEKASIEXPOSE.COM — Suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan terasa di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) PAL Jaya, Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Rabu (22/10/2025).

Acara Gema Sholawat Nelayan Tarumajaya yang dihadiri Wakil Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, bersama ratusan warga pesisir menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat nelayan dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Dalam sambutannya, Wabup Asep menegaskan bahwa kemajuan bangsa sangat bergantung pada tiga sektor utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan pertanian atau perikanan.

“Kalau negara ingin maju, ada tiga hal penting, yaitu pendidikan, kesehatan, dan pertanian atau perikanan,” ujar Asep di hadapan masyarakat nelayan.

Baca Juga  Uang Negara Dipertaruhkan, Proyek PJU Dishub Bekasi Diduga Bermasalah: Papan Kegiatan Tidak Ada, Spesifikasi Melenceng

Ia menambahkan, Pemkab Bekasi terus berupaya memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya nelayan dan keluarganya, tetap terjamin. Salah satu fokus pemerintah adalah memastikan seluruh warga terdaftar aktif dalam program BPJS Kesehatan.

“Ada sekitar 40 ribu peserta BPJS yang sempat terhenti, tapi insya Allah tahun 2026 akan kita aktifkan kembali. Jadi bagi masyarakat yang belum memiliki BPJS, silakan datang ke Puskesmas terdekat untuk membuatnya,” ungkapnya.

Pemerintah daerah, lanjut Asep, juga menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp300 miliar untuk memperkuat layanan BPJS Kesehatan di Kabupaten Bekasi sebagai bentuk komitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses layanan kesehatan yang lebih mudah dan merata.

Baca Juga  Jayabakti Bergemuruh! Ribuan Massa Putih-Hijau Antarkan Mawa Sumpena Dalam Pengundian Nomor Urut

Selain bidang kesehatan, Wabup Asep juga menyoroti pentingnya pembentukan Paguyuban Nelayan, yang digagas tokoh masyarakat Ustaz Tile. Menurutnya, wadah ini akan mempermudah komunikasi dan penyampaian aspirasi nelayan kepada pemerintah.

“Dengan adanya paguyuban, aspirasi dan keluhan masyarakat nelayan bisa tersampaikan langsung kepada pemerintah, misalnya soal alat tangkap ikan atau asuransi kerja. Kalau tidak disampaikan, pemerintah tidak bisa tahu kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Asep juga menilai masyarakat pesisir memiliki potensi besar dalam pembangunan daerah. Ia menyebut, kehidupan yang dekat dengan laut menjadikan warga pesisir memiliki daya juang tinggi serta pola hidup sehat dan cerdas.

Baca Juga  Silaturahmi Jelang Pilkades Sukaasih 2026-2034, Forkopimcam Sukatani Serukan Demokrasi Tertib dan Aman

“Orang-orang yang tinggal di pesisir biasanya pintar-pintar karena makanannya bergizi tinggi dari hasil laut. Jadi ibu-ibu di sini hebat semua, sehat dan cerdas,” ucapnya sambil bercanda yang disambut tawa hadirin.

Acara Gema Sholawat Nelayan Tarumajaya ditutup dengan doa bersama dan dialog interaktif antara Wakil Bupati dan warga.

Melalui kegiatan tersebut, Asep berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat nelayan semakin kuat untuk mewujudkan Kabupaten Bekasi yang Bangkit, Maju, dan Sejahtera. (*)

Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.
spot_img

PERISTIWA

10 Bulan Pasca Banjir Bandang, Bantuan Korban Banjir Langsa Masih Belum Merata

LANGSA — Hampir 10 bulan berlalu sejak banjir bandang melanda Kota Langsa pada 26 November 2025 lalu, namun persoalan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak hingga kini masih menyisakan berbagai pertanyaan. Di tengah belum meratanya bantuan bagi korban banjir, sejumlah wilayah di Kota Langsa kembali terendam banjir pada 11 September 2026. Kondisi tersebut semakin menambah kekhawatiran masyarakat, khususnya warga yang hingga...

BEKASI 24 JAM

spot_img
spot_img

POS POPULER

INVESTIGASI

INDEKS