Jumat, April 3, 2026
spot_img
spot_imgspot_img

TOP NEWS

spot_img

BEKASI 24 JAM

spot_img

IWO Indonesia Kabupaten Bekasi Resmi Laporkan Intimidasi dan Ancaman Ke Polda Metro Jaya

BEKASI – Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Kab. Bekasi mengambil langkah hukum tegas menyusul rentetan intimidasi yang menimpa ketua DPD IWOI Kabupaten Bekasi, Ade Gentong. Didampingi tim hukum, IWO Indonesia resmi melaporkan aksi ancaman kekerasan dan upaya pembungkaman pers ke Polda Metro Jaya.

Langkah ini diambil setelah munculnya ancaman serius dari seorang oknum ketua Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Kabupaten Bekasi yang membawa narasi “Perang Badar” dan gertakan pengerahan massa. Ancaman tersebut diduga kuat dipicu oleh sikap anti-kritik pejabat publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Ketegangan bermula pada Kamis (12/03) acara bukber Plt. Bupati Bekasi & Insan pers di graha pariwisata, dr. Asep Surya Atmaja, secara tiba-tiba memanggil dan melontarkan teguran keras bernada intimidasi & fitnah kepada Ade Gentong, Plt. Bupati menuding IWO Indonesia menyebarkan gambar karikaturnya lewat akun (bekasi masih kusut) yang mengganggu psikologis keluarga besar Plt. Bupati Bekasi.

Baca Juga  Mudik Nyaman: Fasilitas Sanitasi Mewah 'Toilet Mobile' Layani Ratusan Pemudik di Jalur Lintas

​Situasi eskalatif terjadi pasca teguran tersebut. Ade Gentong mendapatkan pesan singkat (WhatsApp) dari oknum ketua Ormas berinisial “Pak Haji” yang menuduhnya sebagai pemilik akun TikTok penyebar karikatur kritik. Tak hanya fitnah, oknum tersebut melayangkan ancaman fisik dan pengerahan massa jika konten tidak dihapus.

Dalam keterangannya, Ade Gentong dengan tegas membantah keterlibatan dalam pembuatan konten yang dipersoalkan dan menilai hal tersebut sebagai upaya kriminalisasi terhadap aktivis media.

​”Saya tidak pernah membuat meme/karikatur atau akun TikTok tersebut. Ini murni fitnah. Urusan mati Allah yang atur, saya tidak akan gentar menghadapi teror selama saya benar. Jika mereka merasa dirugikan, silakan tempuh jalur hukum, jangan gunakan cara-cara premanisme,” tegas Ade Gentong.

Baca Juga  𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐛𝐢𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧! 𝟑 𝐀𝐤𝐮𝐧 𝐏𝐞𝐧𝐞𝐛𝐚𝐫 𝐇𝐨𝐚𝐤𝐬 𝐖𝐚𝐣𝐢𝐛 𝐃𝐢𝐭𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩—𝐇𝐚𝐧𝐜𝐮𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐂𝐢𝐭𝐫𝐚 𝐊𝐚𝐛𝐮𝐩𝐚𝐭𝐞𝐧 𝐁𝐞𝐤𝐚𝐬𝐢

Langkah IWO Indonesia melapor ke Polda Metro Jaya merupakan bentuk perlawanan terhadap pola “perpanjangan tangan” kekuasaan yang menggunakan elemen ormas untuk menekan jurnalis. Publik kini menyoroti bagaimana kritik terhadap kebijakan pemerintah justru dibalas dengan ancaman keamanan personal.

IWO Indonesia mendesak kepolisian untuk:

1. ​Mengusut tuntas aktor intelektual di balik ancaman “Perang Badar” terhadap jurnalis.

2. ​Menjamin keamanan para pekerja media di Kabupaten Bekasi dari aksi premanisme.

3. ​Mengingatkan pejabat publik agar menghormati UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 dalam menanggapi pemberitaan.

Baca Juga  𝐁𝐚𝐧𝐠𝐤𝐢𝐭 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐑𝐚𝐦𝐚𝐝𝐚𝐧, 𝐏𝐥𝐭 𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐁𝐞𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐓𝐞𝐤𝐚𝐧𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐬𝐚𝐭𝐮𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐀𝐤𝐬𝐢 𝐍𝐲𝐚𝐭𝐚 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐊𝐞𝐦𝐚𝐣𝐮𝐚𝐧

​”Kemerdekaan pers adalah pilar demokrasi. Segala bentuk intimidasi, baik verbal maupun fisik, adalah musuh bersama yang harus diberangus melalui koridor hukum,” tutup pernyataan resmi DPD IWO Indonesia Kabupaten Bekasi.

 

Red

Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.
spot_img

PERISTIWA

Mudik Nyaman: Fasilitas Sanitasi Mewah ‘Toilet Mobile’ Layani Ratusan Pemudik di Jalur Lintas

BEKASIEXPOSE.COM SUKABUMI – Senin,23 maret 2026 Arus mudik tahun 2026 mendapat perhatian khusus dalam hal kenyamanan sanitasi. Direktorat Jenderal Cipta Karya menyiagakan unit toilet mobile (toilet berjalan) di berbagai titik strategis untuk menjamin kebersihan dan kenyamanan para pelancong serta warga sekitar. ​Sejak dioperasikan selama 10 hari, terhitung mulai 15 Maret hingga 25 Maret 2026, fasilitas ini tercatat telah melayani lebih dari...

BEKASI 24 JAM

spot_img
spot_img

POS POPULER

INVESTIGASI

INDEKS