Selasa, Maret 3, 2026
spot_img
spot_imgspot_img

TOP NEWS

spot_img

BEKASI 24 JAM

spot_img

Kabupaten Bekasi Raih Penghargaan Kearsipan dari ANRI, Jadi Juara se-Jawa Barat

BEKASIEXPOSE.COM – JAKARTA – Kabupaten Bekasi kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Bekasi berhasil meraih Penghargaan Hasil Pengawasan Kearsipan Tahun 2024 dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dengan predikat “AA” (Sangat Memuaskan) dan peringkat ke-18 nasional. Prestasi ini menjadikan Kabupaten Bekasi sebagai yang terbaik se-Jawa Barat dalam penyelenggaraan kearsipan.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala ANRI, Mego Pinandito kepada Wakil Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, didampingi Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi, Jaoharul Alam, di Kantor ANRI, Jakarta Selatan, pada Senin (20/10/2025).

Usai menerima penghargaan, Wakil Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hanya kemenangan Disarpus, melainkan keberhasilan seluruh perangkat daerah Kabupaten Bekasi dalam menjaga integritas pengelolaan arsip.

“Pencapaian ini membuktikan bahwa tata kelola kearsipan kita telah sesuai standar nasional. Kabupaten Bekasi menjadi peringkat pertama di Jawa Barat dan menempati posisi ke-18 secara nasional, itu adalah buah dari kerja keras dan komitmen tinggi,” tegas Asep Surya Atmaja.

Baca Juga  𝐊𝐥𝐚𝐫𝐢𝐟𝐢𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐕𝐢𝐝𝐞𝐨 𝐃𝐮𝐠𝐚𝐚𝐧 𝐏𝐮𝐧𝐠𝐥𝐢 𝐏𝐚𝐬𝐚𝐫 𝐓𝐮𝐦𝐩𝐚𝐡, 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐞𝐥𝐨𝐥𝐚 𝐁𝐚𝐧𝐭𝐚𝐡 𝐓𝐮𝐝𝐮𝐡𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐠𝐚𝐬𝐤𝐚𝐧 𝐓𝐚𝐤 𝐀𝐝𝐚 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚𝐚𝐧 𝐔𝐚𝐧𝐠

Lebih lanjut, Wakil Bupati menyebutkan bahwa arsip bukan sekadar tumpukan dokumen, melainkan instrumen penting dalam mendukung kebijakan, pengambilan keputusan, serta bukti akuntabilitas pemerintahan.

“Arsip adalah denyut nadi administrasi pemerintahan. Jika arsip tertata, maka sejarah daerah pun terjaga. Kita tidak boleh menganggap remeh peran kearsipan, karena di dalamnya ada jejak peradaban dan tata kelola yang bertanggung jawab,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Bekasi menilai bahwa keberhasilan dalam pengelolaan arsip bukan hanya soal teknis dokumentasi, melainkan menyangkut tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Oleh karena itu, penghargaan ini akan menjadi pijakan untuk terus melangkah maju, memperkuat sistem, serta membangun ekosistem pemerintahan yang lebih akuntabel.

“Kami ingin Disarpus tidak hanya menjadi pelaksana teknis, tapi juga motor penggerak budaya dokumentasi yang unggul di semua lini birokrasi.” pungkas Wakil Bupati Bekasi.

Baca Juga  𝐓𝐚𝐧𝐠𝐢𝐬 𝐖𝐚𝐧𝐢𝐭𝐚 𝐇𝐚𝐝𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐨𝐛𝐢𝐥 𝐆𝐮𝐛𝐞𝐫𝐧𝐮𝐫 𝐃𝐞𝐝𝐢 𝐌𝐮𝐥𝐲𝐚𝐝𝐢, 𝐃𝐮𝐠𝐚𝐚𝐧 𝐃𝐚𝐧𝐚 𝐌𝐚𝐧𝐝𝐞𝐤 𝐝𝐢 𝐂𝐢𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐁𝐚𝐫𝐚𝐭 𝐇𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐒𝐞𝐠𝐞𝐫𝐚 𝐃𝐢𝐭𝐢𝐧𝐝𝐚𝐤𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭𝐢

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen tinggi, Kabupaten Bekasi bertekad menjadikan prestasi ini bukan sebagai pencapaian akhir, melainkan awal dari standar baru dalam pengelolaan kearsipan modern yang berkelas nasional.

Kepala Disarpus Kabupaten Bekasi, Jaoharul Alam, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak datang secara instan. Disarpus telah bekerja secara sistematis, berkelanjutan, dan berbasis data. Ia menjelaskan bahwa penghargaan dari ANRI diberikan berdasarkan dua indikator utama, yakni kinerja eksternal dan internal.

“Secara eksternal, kami dinilai dari aspek penilaian kearsipan oleh instansi di tingkat provinsi dan nasional. Hasilnya, Bekasi meraih kategori ‘Sangat Memuaskan’. Ini menjadi motivasi untuk terus menjaga kualitas dan meningkatkan standar layanan kearsipan,” ujar Jaoharul.

Sementara untuk indikator internal, ia menekankan pentingnya pembinaan dan pengawasan terhadap seluruh perangkat daerah dalam pengelolaan arsip.

“Kami secara aktif melakukan pendampingan, bimbingan teknis, dan sosialisasi kepada seluruh perangkat daerah. Tujuannya satu: membentuk budaya tertib arsip,” katanya lugas.

Baca Juga  ‎𝐏𝐞𝐦𝐮𝐝𝐚 𝐏𝐚𝐧𝐜𝐚𝐬𝐢𝐥𝐚 𝐊𝐚𝐰𝐚𝐥 𝐀𝐝𝐮𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐝𝐚𝐠𝐚𝐧𝐠, 𝐃𝐢𝐝𝐮𝐠𝐚 𝐓𝐞𝐫𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐏𝐮𝐧𝐠𝐮𝐭𝐚𝐧 𝐋𝐢𝐚𝐫 𝐝𝐢 𝐏𝐚𝐬𝐚𝐫 𝐓𝐮𝐦𝐩𝐚𝐡 𝐂𝐢𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚

Jaoharul Alam juga menekankan bahwa transformasi digital dalam pengelolaan arsip sudah mulai dilakukan secara progresif melalui penerapan Aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi). Aplikasi ini telah dimanfaatkan untuk mendukung pengarsipan elektronik lintas instansi.

Namun, ia mengakui bahwa digitalisasi arsip adalah proses bertahap. Oleh karena itu, sinergi antarperangkat daerah serta komitmen dari pimpinan daerah menjadi kunci suksesnya transformasi ini.

“Kami sudah mulai menggeser pola pikir manual menuju digital. Aplikasi SRIKANDI menjadi tulang punggung arsip digital di Kabupaten Bekasi. Harapannya, ke depan seluruh perangkat daerah bisa mengarsipkan dokumen dengan lebih cepat, transparan, dan terintegrasi.” ujarnya.

Sumber : Prokopim Pemkab Bekasi. (Red)

Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.
spot_img

PERISTIWA

‎𝐃𝐢 𝐇𝐚𝐝𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐩𝐚𝐫𝐚𝐭 𝐝𝐚𝐧 𝐈𝐖𝐎𝐈, 𝐑𝐞𝐤𝐭𝐨𝐫𝐚𝐭 𝐔𝐧𝐬𝐢𝐤𝐚 𝐒𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐚𝐟 𝐤𝐞 𝐖𝐚𝐫𝐭𝐚𝐰𝐚𝐧

KARAWANG | BEKASIEXPOSE | ‎Pihak Rektorat Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menyampaikan permintaan maaf atas pernyataan salah satu stafnya yang sempat menimbulkan polemik dengan insan pers. ‎Permintaan maaf itu disampaikan langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Unsika, Dr. H. Amirudin, Drs., M.Pd.I, bersama staf Humas Unsika, Nurhali. ‎Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan jajaran Unsika, aparat dari Polsek Telukjambe...

BEKASI 24 JAM

spot_img
spot_img

POS POPULER

INVESTIGASI

INDEKS