Selasa, Maret 3, 2026
spot_img
spot_imgspot_img

TOP NEWS

spot_img

BEKASI 24 JAM

spot_img

Perkuat Dakwah di Era Modern, MUI Bekasi Siapkan 40 Ulama Muda Melek Teknologi

CIKARANG PUSAT – BEKASIEXPOSE.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi menggelar Pendidikan Kader Ulama (PKU) Angkatan Ke-III Tahun 2025, di Kantor Sekretariat MUI, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, pada Sabtu (18/10/2025).

Program ini diikuti oleh 40 mahasantri yang dipersiapkan menjadi ulama muda dengan wawasan keagamaan dan kemampuan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Ida Farida, yang hadir sekaligus menjadi pemateri dengan tema Kebijakan Daerah Kabupaten Bekasi untuk Mewujudkan “Bangkit, Maju, Sejahtera”, menegaskan bahwa PKU MUI menjadi langkah strategis dalam menghadirkan ulama yang mampu bersinergi dengan pemerintah daerah.

“Kita mencetak ulama-ulama muda yang punya wawasan komprehensif, bukan hanya ilmu dunia tetapi juga ukhrawi, yang bisa diimplementasikan di tengah masyarakat agar terus bangkit, maju, dan sejahtera. Ulama tidak hanya menyampaikan ilmu agama, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mengkomunikasikan program-program pemerintah kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  ‎𝐏𝐞𝐦𝐮𝐝𝐚 𝐏𝐚𝐧𝐜𝐚𝐬𝐢𝐥𝐚 𝐊𝐚𝐰𝐚𝐥 𝐀𝐝𝐮𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐝𝐚𝐠𝐚𝐧𝐠, 𝐃𝐢𝐝𝐮𝐠𝐚 𝐓𝐞𝐫𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐏𝐮𝐧𝐠𝐮𝐭𝐚𝐧 𝐋𝐢𝐚𝐫 𝐝𝐢 𝐏𝐚𝐬𝐚𝐫 𝐓𝐮𝐦𝐩𝐚𝐡 𝐂𝐢𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚

Ida Farida menambahkan bahwa ulama memiliki peran penting dalam menguatkan literasi keagamaan sekaligus mendukung kebijakan daerah agar lebih diterima masyarakat.

“Ini baru 40 dari total penduduk 3,5 juta jiwa. Tentunya masih jauh, tapi step by step kita terus dorong, meskipun kemampuan fiskal daerah terbatas. Insya Allah, 30 tahun ke depan di setiap desa akan lahir ulama-ulama hebat yang mampu mencerdaskan dan menenteramkan masyarakat serta mendukung arah pembangunan daerah,” jelasnya.

Ketua Umum MUI Kabupaten Bekasi, Prof. KH. Mahmud, menjelaskan bahwa PKU merupakan bagian dari implementasi visi Kabupaten Bekasi Bangkit, Maju, Sejahtera, sekaligus respons atas perubahan sosial masyarakat Bekasi yang kini memasuki era industri hingga disrupsi digital.

Baca Juga  𝐓𝐚𝐧𝐠𝐢𝐬 𝐖𝐚𝐧𝐢𝐭𝐚 𝐇𝐚𝐝𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐨𝐛𝐢𝐥 𝐆𝐮𝐛𝐞𝐫𝐧𝐮𝐫 𝐃𝐞𝐝𝐢 𝐌𝐮𝐥𝐲𝐚𝐝𝐢, 𝐃𝐮𝐠𝐚𝐚𝐧 𝐃𝐚𝐧𝐚 𝐌𝐚𝐧𝐝𝐞𝐤 𝐝𝐢 𝐂𝐢𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐁𝐚𝐫𝐚𝐭 𝐇𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐒𝐞𝐠𝐞𝐫𝐚 𝐃𝐢𝐭𝐢𝐧𝐝𝐚𝐤𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭𝐢

“Kalau kita membina kader ulama dengan pendekatan konvensional, mereka akan tertinggal. Karena itu, MUI menyelenggarakan pendidikan kader ulama berbasis digital agar 10 sampai 20 tahun ke depan ketika generasi milenial ini menjadi pemimpin dan orang tua, ulama yang lahir dari PKU mampu menjawab kebutuhan zaman dengan pendekatan yang relevan,” ujarnya.

Prof. Mahmud menekankan bahwa kurikulum PKU dirancang untuk melahirkan ulama dengan tiga fondasi utama: moderasi beragama (wasatiyah), penguatan kebangsaan, dan pemahaman terhadap kearifan lokal Bekasi agar kehadiran mereka sejalan dengan arah pembangunan daerah.

Baca Juga  𝐊𝐥𝐚𝐫𝐢𝐟𝐢𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐕𝐢𝐝𝐞𝐨 𝐃𝐮𝐠𝐚𝐚𝐧 𝐏𝐮𝐧𝐠𝐥𝐢 𝐏𝐚𝐬𝐚𝐫 𝐓𝐮𝐦𝐩𝐚𝐡, 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐞𝐥𝐨𝐥𝐚 𝐁𝐚𝐧𝐭𝐚𝐡 𝐓𝐮𝐝𝐮𝐡𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐠𝐚𝐬𝐤𝐚𝐧 𝐓𝐚𝐤 𝐀𝐝𝐚 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚𝐚𝐧 𝐔𝐚𝐧𝐠

“Kita ingin ulama muda tidak hanya menguasai tafsir dan hadis, tetapi juga paham konteks sosial, sehingga mampu menghadirkan stabilitas, kecerdasan publik, dan kolaborasi dengan pemerintah demi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (Red)

(Sumber: Bekasikab.go.id)

Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.
spot_img

PERISTIWA

‎𝐃𝐢 𝐇𝐚𝐝𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐩𝐚𝐫𝐚𝐭 𝐝𝐚𝐧 𝐈𝐖𝐎𝐈, 𝐑𝐞𝐤𝐭𝐨𝐫𝐚𝐭 𝐔𝐧𝐬𝐢𝐤𝐚 𝐒𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐚𝐟 𝐤𝐞 𝐖𝐚𝐫𝐭𝐚𝐰𝐚𝐧

KARAWANG | BEKASIEXPOSE | ‎Pihak Rektorat Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menyampaikan permintaan maaf atas pernyataan salah satu stafnya yang sempat menimbulkan polemik dengan insan pers. ‎Permintaan maaf itu disampaikan langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Unsika, Dr. H. Amirudin, Drs., M.Pd.I, bersama staf Humas Unsika, Nurhali. ‎Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan jajaran Unsika, aparat dari Polsek Telukjambe...

BEKASI 24 JAM

spot_img
spot_img

POS POPULER

INVESTIGASI

INDEKS