Sabtu, September 12, 2026
spot_img
spot_imgspot_img

TOP NEWS

spot_img

BEKASI 24 JAM

spot_img

Perkuat Dakwah di Era Modern, MUI Bekasi Siapkan 40 Ulama Muda Melek Teknologi

CIKARANG PUSAT – BEKASIEXPOSE.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi menggelar Pendidikan Kader Ulama (PKU) Angkatan Ke-III Tahun 2025, di Kantor Sekretariat MUI, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, pada Sabtu (18/10/2025).

Program ini diikuti oleh 40 mahasantri yang dipersiapkan menjadi ulama muda dengan wawasan keagamaan dan kemampuan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Ida Farida, yang hadir sekaligus menjadi pemateri dengan tema Kebijakan Daerah Kabupaten Bekasi untuk Mewujudkan “Bangkit, Maju, Sejahtera”, menegaskan bahwa PKU MUI menjadi langkah strategis dalam menghadirkan ulama yang mampu bersinergi dengan pemerintah daerah.

“Kita mencetak ulama-ulama muda yang punya wawasan komprehensif, bukan hanya ilmu dunia tetapi juga ukhrawi, yang bisa diimplementasikan di tengah masyarakat agar terus bangkit, maju, dan sejahtera. Ulama tidak hanya menyampaikan ilmu agama, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mengkomunikasikan program-program pemerintah kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Jayabakti Bergemuruh! Ribuan Massa Putih-Hijau Antarkan Mawa Sumpena Dalam Pengundian Nomor Urut

Ida Farida menambahkan bahwa ulama memiliki peran penting dalam menguatkan literasi keagamaan sekaligus mendukung kebijakan daerah agar lebih diterima masyarakat.

“Ini baru 40 dari total penduduk 3,5 juta jiwa. Tentunya masih jauh, tapi step by step kita terus dorong, meskipun kemampuan fiskal daerah terbatas. Insya Allah, 30 tahun ke depan di setiap desa akan lahir ulama-ulama hebat yang mampu mencerdaskan dan menenteramkan masyarakat serta mendukung arah pembangunan daerah,” jelasnya.

Ketua Umum MUI Kabupaten Bekasi, Prof. KH. Mahmud, menjelaskan bahwa PKU merupakan bagian dari implementasi visi Kabupaten Bekasi Bangkit, Maju, Sejahtera, sekaligus respons atas perubahan sosial masyarakat Bekasi yang kini memasuki era industri hingga disrupsi digital.

Baca Juga  Dari Keterbatasan Jadi Inovasi, SMAN 1 Sukawangi Hadirkan Aplikasi Mandiri Si-SMANGI

“Kalau kita membina kader ulama dengan pendekatan konvensional, mereka akan tertinggal. Karena itu, MUI menyelenggarakan pendidikan kader ulama berbasis digital agar 10 sampai 20 tahun ke depan ketika generasi milenial ini menjadi pemimpin dan orang tua, ulama yang lahir dari PKU mampu menjawab kebutuhan zaman dengan pendekatan yang relevan,” ujarnya.

Prof. Mahmud menekankan bahwa kurikulum PKU dirancang untuk melahirkan ulama dengan tiga fondasi utama: moderasi beragama (wasatiyah), penguatan kebangsaan, dan pemahaman terhadap kearifan lokal Bekasi agar kehadiran mereka sejalan dengan arah pembangunan daerah.

Baca Juga  10 Bulan Pasca Banjir Bandang, Bantuan Korban Banjir Langsa Masih Belum Merata

“Kita ingin ulama muda tidak hanya menguasai tafsir dan hadis, tetapi juga paham konteks sosial, sehingga mampu menghadirkan stabilitas, kecerdasan publik, dan kolaborasi dengan pemerintah demi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (Red)

(Sumber: Bekasikab.go.id)

Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.
spot_img

PERISTIWA

10 Bulan Pasca Banjir Bandang, Bantuan Korban Banjir Langsa Masih Belum Merata

LANGSA — Hampir 10 bulan berlalu sejak banjir bandang melanda Kota Langsa pada 26 November 2025 lalu, namun persoalan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak hingga kini masih menyisakan berbagai pertanyaan. Di tengah belum meratanya bantuan bagi korban banjir, sejumlah wilayah di Kota Langsa kembali terendam banjir pada 11 September 2026. Kondisi tersebut semakin menambah kekhawatiran masyarakat, khususnya warga yang hingga...

BEKASI 24 JAM

spot_img
spot_img

POS POPULER

INVESTIGASI

INDEKS