Sabtu, September 12, 2026
spot_img
spot_imgspot_img

TOP NEWS

spot_img

BEKASI 24 JAM

spot_img

Puskesmas Muaragembong Gencarkan Fogging dan Edukasi Kebersihan Lingkungan

MUARAGEMBONG – BEKASIEXPOSE.COM – Dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang rawan saat musim hujan, Puskesmas Muaragembong melakukan berbagai langkah antisipatif salah satunya dengan melakukan pembersihan lingkungan dan upaya fogging bagi wilayah yang terkonfirmasi DBD di wilayah desa Kecamatan Muaragembong.

Kepala Puskesmas Muaragembong, dr. Ridwan Meito Tomanyira, mengatakan kegiatan fogging dilakukan sebagai langkah untuk memutus rantai penularan serta untuk membunuh nyamuk dewasa dengan jenis Aedes Aegypti yang menjadi vektor utama penyakit DBD.

“Fogging ini kami lakukan secara massif di beberapa wilayah desa yang memiliki potensi berkembang biaknya nyamuk DBD saat datangnya musim hujan,” ujar Kapuskes Muaragembong pada Senin, (13/10/2025).

Baca Juga  Dari Keterbatasan Jadi Inovasi, SMAN 1 Sukawangi Hadirkan Aplikasi Mandiri Si-SMANGI

Selain fogging, dr. Ridwan menambahkan Puskesmas Muaragembong juga mengintensifkan edukasi maupun sosialisasi PHBS mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan gerakan 3M Plus kepada masyarakat. Gerakan 3M Plus meliputi Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat penampungan air.

“Selain itu, adapun untuk Plus-nya yaitu upaya pencegahan tambahan seperti memelihara Ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, gotong-royong membersihkan lingkungan, melakukan pengecekan tempat penampungan air secara berkala. Kami juga menyarankan masyarakat perbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar serta menanam tanaman pengusir nyamuk,” terangnya.

Baca Juga  U-Ditch Diduga Asal Jadi, Pembina IWO-I Kabupaten Tangerang Pertanyakan Mutu Proyek dan Pengawasan

Menurut dr. Ridwan, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam keberhasilan pencegahan DBD. Pihak Puskesmas juga melibatkan para kader kesehatan desa untuk melakukan pemantauan jentik nyamuk secara berkala di wilayah yang memang berpotensi.

“DBD tidak bisa dicegah hanya dengan fogging. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif dari semua pihak terutama masyarakat untuk membersihkan lingkungan secara rutin dan sering,” tambahnya.

dr. Ridwan juga mengimbau masyarakat setempat, jika mengalami gejala DBD untuk segera melapor ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) terdekat seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, dan munculnya bintik-bintik merah pada kulit. (Red)

Baca Juga  Silaturahmi Jelang Pilkades Sukaasih 2026-2034, Forkopimcam Sukatani Serukan Demokrasi Tertib dan Aman

(Sumber: Bekasikab.go.id)

Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.
spot_img

PERISTIWA

10 Bulan Pasca Banjir Bandang, Bantuan Korban Banjir Langsa Masih Belum Merata

LANGSA — Hampir 10 bulan berlalu sejak banjir bandang melanda Kota Langsa pada 26 November 2025 lalu, namun persoalan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak hingga kini masih menyisakan berbagai pertanyaan. Di tengah belum meratanya bantuan bagi korban banjir, sejumlah wilayah di Kota Langsa kembali terendam banjir pada 11 September 2026. Kondisi tersebut semakin menambah kekhawatiran masyarakat, khususnya warga yang hingga...

BEKASI 24 JAM

spot_img
spot_img

POS POPULER

INVESTIGASI

INDEKS