Kamis, Maret 5, 2026
spot_img
spot_imgspot_img

TOP NEWS

spot_img

BEKASI 24 JAM

spot_img

Tunjukkan Kepedulian, Pemkab Bekasi Dirikan Tenda Darurat bagi Warga Terdampak Penertiban

CIKARANG UTARA – BEKASIEXPOSE.COM – Usai penertiban bangunan liar di bantaran Kali Cikarang, Pemerintah Kabupaten Bekasi bergerak cepat menyiapkan tenda darurat bagi warga terdampak. Upaya ini dilakukan agar mereka tidak harus bermalam di ruang terbuka dan tetap mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Wakil Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja menegaskan, pemerintah daerah hadir memberikan solusi bagi warga yang terdampak penertiban bangunan liar di bantaran Sungai Sekunder Sukatani. Ia menyebut langkah tersebut dilakukan untuk menjaga fungsi sungai sekaligus memastikan warga tetap mendapatkan perhatian dan tempat tinggal sementara.

“Alhamdulillah, tadi ada hampir seratus warga datang ke rumah saya. Mereka sadar bahwa tempat yang mereka tempati itu memang bukan peruntukan untuk rumah tinggal. Pemerintah hadir memberikan solusi, bukan sekadar menggusur,” ujar dr. Asep Surya, pada Rabu (21/10/2025).

Baca Juga  𝐓𝐚𝐧𝐠𝐢𝐬 𝐖𝐚𝐧𝐢𝐭𝐚 𝐇𝐚𝐝𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐨𝐛𝐢𝐥 𝐆𝐮𝐛𝐞𝐫𝐧𝐮𝐫 𝐃𝐞𝐝𝐢 𝐌𝐮𝐥𝐲𝐚𝐝𝐢, 𝐃𝐮𝐠𝐚𝐚𝐧 𝐃𝐚𝐧𝐚 𝐌𝐚𝐧𝐝𝐞𝐤 𝐝𝐢 𝐂𝐢𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐁𝐚𝐫𝐚𝐭 𝐇𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐒𝐞𝐠𝐞𝐫𝐚 𝐃𝐢𝐭𝐢𝐧𝐝𝐚𝐤𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭𝐢

Menurutnya, untuk solusi jangka pendek, pemerintah menyiapkan tenda darurat bagi warga terdampak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Selain itu, dr. Asep juga membuka showroom pribadinya untuk dijadikan tempat penampungan sementara.

“Dari hati, saya tidak tega melihat warga tidur di luar. Showroom saya bisa menampung sekitar 200 orang, ada tiga toilet, dan cukup layak sambil menunggu tenda siap,” ucapnya.

Lebih lanjut, dr. Asep menekankan pentingnya solusi jangka panjang agar persoalan serupa tidak terulang. Ia mengajak warga untuk mulai berpikir memiliki tanah dan rumah sendiri, bukan tinggal di lahan yang bukan peruntukannya.

Baca Juga  ‎𝐏𝐞𝐦𝐮𝐝𝐚 𝐏𝐚𝐧𝐜𝐚𝐬𝐢𝐥𝐚 𝐊𝐚𝐰𝐚𝐥 𝐀𝐝𝐮𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐝𝐚𝐠𝐚𝐧𝐠, 𝐃𝐢𝐝𝐮𝐠𝐚 𝐓𝐞𝐫𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐏𝐮𝐧𝐠𝐮𝐭𝐚𝐧 𝐋𝐢𝐚𝐫 𝐝𝐢 𝐏𝐚𝐬𝐚𝐫 𝐓𝐮𝐦𝐩𝐚𝐡 𝐂𝐢𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚

“Kita tawarkan beberapa opsi, seperti membeli tanah kapling murah yang bisa dicicil harian Rp10.000–Rp15.000. Bahkan ada juga program rumah tanpa DP. Kalau kita mau berusaha, pasti ada jalan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pengembang dan pemerintah pusat untuk memperluas akses masyarakat terhadap perumahan subsidi dan non-DP.

“Ke depan kami akan berbicara dengan Pak Bupati untuk menggandeng pengembang. Pemerintah pusat juga punya program tiga juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kami ingin masyarakat hidup lebih layak dan sehat,” katanya.

Baca Juga  𝐈𝐧𝐝𝐮𝐬𝐭𝐫𝐢 𝐝𝐢 𝐓𝐞𝐧𝐠𝐚𝐡 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐮𝐤𝐢𝐦𝐚𝐧 𝐁𝐢𝐧𝐨𝐧𝐠 𝐃𝐢𝐬𝐨𝐫𝐨𝐭, 𝐏𝐞𝐦𝐞𝐫𝐢𝐧𝐭𝐚𝐡 𝐃𝐢𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐓𝐞𝐠𝐚𝐬 𝐓𝐞𝐫𝐭𝐢𝐛𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐀𝐮𝐝𝐢𝐭 𝐏𝐞𝐫𝐢𝐳𝐢𝐧𝐚𝐧

Terkait dampak sosial dan ekonomi dari penertiban tersebut, dr. Asep menyebut hal itu sebagai proses menuju kehidupan yang lebih baik.

“Kalau bicara kemiskinan, ini proses. Hari ini mungkin mereka kehilangan tempat, tapi ke depan insyaallah mereka akan punya kehidupan yang lebih layak,” tutupnya. (Red)

(Sumber: Bekasikab.go.id)

Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.
spot_img

PERISTIWA

‎𝐃𝐢 𝐇𝐚𝐝𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐩𝐚𝐫𝐚𝐭 𝐝𝐚𝐧 𝐈𝐖𝐎𝐈, 𝐑𝐞𝐤𝐭𝐨𝐫𝐚𝐭 𝐔𝐧𝐬𝐢𝐤𝐚 𝐒𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐚𝐟 𝐤𝐞 𝐖𝐚𝐫𝐭𝐚𝐰𝐚𝐧

KARAWANG | BEKASIEXPOSE | ‎Pihak Rektorat Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menyampaikan permintaan maaf atas pernyataan salah satu stafnya yang sempat menimbulkan polemik dengan insan pers. ‎Permintaan maaf itu disampaikan langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Unsika, Dr. H. Amirudin, Drs., M.Pd.I, bersama staf Humas Unsika, Nurhali. ‎Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan jajaran Unsika, aparat dari Polsek Telukjambe...

BEKASI 24 JAM

spot_img
spot_img

POS POPULER

INVESTIGASI

INDEKS