Jumat, September 11, 2026
spot_img
spot_imgspot_img

TOP NEWS

spot_img

BEKASI 24 JAM

spot_img

Waspada DBD! Pemdes Karangharum Lakukan Fogging untuk Cegah Penyebaran Nyamuk

KEDUNGWARINGIN — BEKASIEXPOSE.COM – Pemerintah Desa Karangharum, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, melakukan fogging atau pengasapan di wilayah Dusun 3 sebagai langkah cepat tanggap menyusul meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan ini dilakukan sejak Minggu (19/10/2025) dan diprioritaskan di RT 010, 011, dan 012.

Kepala Desa Karangharum, M. Rimansyah, mengatakan pengasapan dilakukan sebagai respons atas laporan warga yang terjangkit DBD di beberapa titik di Dusun 3. Pemerintah desa langsung bergerak cepat agar penyebaran penyakit tidak meluas ke wilayah lain.

“Karena banyaknya kasus demam berdarah, kami pemerintah desa Karangharum melakukan fogging di Dusun 3, khususnya di RT 010, 011, dan 012, karena ada beberapa warga yang positif DBD,” ujar Rimansyah saat ditemui, Senin (20/10/2025).

Baca Juga  U-Ditch Diduga Asal Jadi, Pembina IWO-I Kabupaten Tangerang Pertanyakan Mutu Proyek dan Pengawasan

Ia menambahkan, kegiatan fogging akan difokuskan terlebih dahulu di wilayah yang sudah terkonfirmasi terdapat kasus DBD. Setelah seluruh titik di Dusun 3 selesai dilakukan pengasapan, kegiatan serupa akan dilanjutkan ke dusun lain jika diperlukan.

“Untuk sekarang kami utamakan daerah yang sudah terkena. Jika semua di Dusun 3 sudah difogging, baru kami lanjutkan ke dusun-dusun lainnya,” jelasnya.

Langkah ini, kata Rimansyah, merupakan bagian dari upaya pencegahan sekaligus mitigasi agar jumlah kasus tidak terus bertambah. Pemerintah desa bekerja sama dengan petugas kesehatan dan kader lingkungan dalam pelaksanaan fogging.

Baca Juga  Ironi Sekolah Negeri: Dugaan Pungutan Seragam Rp1Jt 150rb di SMPN 1 Sukawangi Picu Jeritan Wali Murid Disaat Ekonomi Sulit

Meskipun fogging dilakukan, Rimansyah menegaskan bahwa pengasapan bukan satu-satunya solusi. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Kami juga meminta seluruh masyarakat Desa Karangharum agar terus menjaga lingkungannya. Jangan sampai ada genangan air, dan biasakan hidup bersih agar nyamuk tidak berkembang biak,” tegasnya.

Rimansyah juga mengingatkan pentingnya peran serta warga dalam melakukan gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat air, dan mengubur barang bekas yang bisa menampung air hujan.

Baca Juga  Uang Negara Dipertaruhkan, Proyek PJU Dishub Bekasi Diduga Bermasalah: Papan Kegiatan Tidak Ada, Spesifikasi Melenceng

Pihak desa juga akan menggencarkan sosialisasi dan edukasi tentang pencegahan DBD melalui posyandu dan kegiatan RT/RW. Selain itu, perangkat desa diminta untuk aktif memantau kondisi kesehatan warganya.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Pemdes Karangharum berharap penyebaran DBD dapat segera dikendalikan dan tidak berkembang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di wilayahnya. (Red)

(Sumber: Bekasikab.go.id)

Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.
spot_img

PERISTIWA

Jayabakti Bergemuruh! Ribuan Massa Putih-Hijau Antarkan Mawa Sumpena Dalam Pengundian Nomor Urut

BEKASI – Gemuruh dukungan masyarakat mewarnai pelaksanaan pengundian nomor urut calon Kepala Desa Jayabakti periode 2026-2034. Ribuan pendukung Mawa Sumpena, yang dikenal dengan sapaan Lurah Kangkung, memadati Kantor Desa Jayabakti dengan mengenakan atribut bernuansa putih dan hijau. Pada Rabu (9/9/2026). Dalam pengundian nomor urut tersebut, Mawa Sumpena mendapatkan nomor urut 2. Nomor tersebut langsung disambut antusias oleh para pendukung yang...

BEKASI 24 JAM

spot_img
spot_img

POS POPULER

INVESTIGASI

INDEKS