Kabupaten Bekasi| BEKASIEXPOSE.COM |
“GEMBAR GEMBOR” Sekolah Gratis untuk Jenjang Pendidikan Tingkat Sekolah Dasar (SD), Hanya Omong kosong alias isapan Jempol Belaka. Pasalnya, Pengambilan Raport untuk Siswa siswi Sekolah Dasar Negri (SDN) Sukarukun 01 Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi, Di duga menjadi Praktek Pungutan Liar (Pungli) oleh Oknum Pihak Sekolah.
โโSetiap Orang tua murid di Minta Membayar Rp 100 ribu Rupiah, dengan Rincian, Untuk Nebus Raport Rp 50 ribu, dan untuk Pembelian Sampul Raport Rp 50 ribu rupiah. Pungutan di lakukan oleh Orang tua murid yang di tunjuk oleh Guru masing masing Kelas, untuk mengumpulkan uang dari para Orang tua siswa.
โBerdasarkan Narasumber Berita, yang juga Orang tua siswa, dan meminta Namanya di rahasiakan, melalui sambungan telpon dan WhatsApp dia (orang tua siswa), mengirim Foto dan Video pada saat Pengumpulan Uang yang di Lakukan di ruang kelas SDN Sukarukun 01. Narasumber berita jugaย Menjelaskan Kepada Wartawan. Jum’at (19/12/2025).
โโDikatakannya salahsatu orang tua walimurid melalui pesan WhatsApp kepada wartawan, dirinya mengatakan “Pak tapi privasi saya dan anakยฒ di jaga ya. Begini pa ceritanya pada Rabu pagi (17/12/2025) kemarin saya dan ibu-ibu yang lainnya rapat di sekolah, disitu hadir dari korwil dinas pendidikan Kabupaten Bekasi, saat korwil dinas berbicara kepada kami, dia membenarkan bahwa nebus raport wajib bayar 100ribu, uang sebesar itu untuk raport dan sampul,tururnya.
โโSoalnya saya bener takut banget setelah di ancam, kemarin sama kepala sekolah, “Ya pak sumpah takut banget saya”.
โโLanjutnya dia, dirinya mengatakan. Kalau penyerahan uang tebusan raport dan sampul sudah dari kemarinยฒ pak, hari ini pengambilan rapotnya, dan ada juga yang di potong tabungan,kata dia.
โโMasih dikatakannya, ibu walimurid, dia bilang seperti ini, “Pada takut pak karena waktu hari rabu kami semua ikut rapat dan disitu kita di ancam”, jadi kami pada takut bersuara, terus sebagian ibu-ibu yang lainnya sudah pada bubar diruangan rapat,jelasnya dia.
โโSaat ditanya oleh wartawan apakah ibu-ibu sudah menyerahkan uang tebusan raport dan sampul, “Ya uang tersebut sudah di kumpulin oleh (Korlas) senilai 100 ribu itu”. Ada yang bayar langsung full dan ada juga yang di cicil. Ucapnya dia, melalui pesan WhatsApp.
โโLagi-lagi ia berpesan kepada wartawan, “Privasi saya aman ya pak”. Sumpah saya takut banget pak, terangnya.
โโSementara itu, ditempat yang berbeda, melalui pesan suara, salah satu warga perum Pilar Gading Mas Sukarukun, yang merupakan orang tua walimurid kelas 3 dan kelas 6, mengungkapkan peristiwa yang sama.
โโSaat diwawancarai wartawan lewat via telepon, ia mengaku bahwa kedua anaknya bersekolah di SDN Sukarukun 01 Kecamatan Sukatani, dirinya mengaku bahwa pihak sekolah memungut uang raport.
โโDijelaskannya ibu walimurid yang dirahasiakan namanya, saya sangat menyayangi sekali kepada pihak sekolah, dalam kondisi saat ini, untuk nominal uang segitu besar banget.
โKarena diwajibkan untuk menembus raport, sampai hariini Jum’at pagi saya tidak bisa datang ke sekolah, karena memang saya tidak punya uang untuk menebus raport, apalgi anak saya dua-dunya sekolah disitu.terangnya dia.
โโSementara itu, ditempat yang berbeda, melalui pesan suara, salah satu warga perum Pilar Gading Mas Sukarukun, yang merupakan orang tua walimurid kelas 3 dan kelas 6, mengungkapkan peristiwa yang sama.
โโSaat diwawancarai wartawan lewat via telepon, ia mengaku bahwa kedua anaknya bersekolah di SDN Sukarukun 01 Kecamatan Sukatani, dirinya mengatakan bahwa pihak sekolah memungut uang raport.
โโDijelaskannya ibu walimurid yang dirahasiakan namanya, saya sangat menyayangi sekali kepada pihak sekolah, dalam kondisi saat ini, untuk nominal uang segitu besar banget.
โโKarena diwajibkan untuk menembus raport, sampai hariini Jum’at pagi saya tidak bisa datang ke sekolah, karena memang saya tidak punya uang untuk menebus raport, apalgi anak saya dua-dunya sekolah disitu.terangnya dia.
โSaat wartawan konfirmasi Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Sukarukun 01 Kecamatan Sukatani, dirinya mengatakan, saat ibu-ibu walimurid kumpul di ruang rapat, Alhamdulillah disitu disaksikan oleh Korwil Dinas Pendidikan, Kepsek bilang tidak ada kata-kata untuk memaksakan untuk bayar uang raport,ucap dia.
โKorwil dinas pendidikan hanya menyampaikan, agar ada sinergi guru dengan orang tua murid, kalau hanya untuk meluruskan silahkan saja, bagi kami sama-sama sudah tua, tidak ada penekanan atau segala macam, dan apa yang mau ditekan, sementara kami hanya menjalankan tugas sesuai dengan juklak dan juknisnya.tutupnya Kepala Sekolah SDN Sukarukun 01, saat dikonfirmasi lewat via telepon.
๐น๐๐
โ









