Kabupaten Bekasi | BEKASIEXPOSE.COM |
โโ Praktik korupsi dinilai muncul akibat perpaduan faktor sistemik dan faktor individu, sehingga menjadi masalah yang sulit diberantas secara tuntas. Pandangan tersebut disampaikan pengamat kebijakan publik, Kong Abray, dalam keterangannya kepada Redaksi Bekasiexpose.com.
โโKong Abray menjelaskan bahwa perilaku koruptif tidak muncul begitu saja, tetapi lahir dari kombinasi antara peluang, tekanan, dan pembenaran diri. Menurutnya, kondisi ini diperburuk oleh lemahnya sistem pengawasan serta inkonsistensi penegakan hukum.
โPernyataan ini disampaikan oleh Kong Abray, seorang pengamat yang kerap menyoroti isu tata kelola pemerintahan dan integritas pejabat publik.
โPandangan tersebut ia sampaikan dalam keterangannya pada Rabu ( 10, Desember 2025 ) kepada redaksi Bekasiexpose.com.
โKeterangan itu disampaikan melalui komunikasi resmi kepada Redaksi Bekasiexpose.com di Kabupaten Bekasi.
โโMenurut Abray, pejabat terjerumus dalam korupsi karena tiga dorongan utama:
โโ1. Kesempatan โ kekuasaan dan posisi yang memberi akses terhadap sumber daya publik.
โโ2. Tekanan โ gaya hidup mewah, kebutuhan finansial, serta biaya politik yang tinggi.
โ3. Rasionalisasi โ adanya pembenaran diri bahwa korupsi dianggap lumrah atau โbiasaโ dalam birokrasi.
โโIa menambahkan, faktor-faktor tersebut semakin parah karena pengawasan internal lemah, penegakan hukum tidak konsisten, serta integritas dan moralitas pribadi pejabat yang rendah.
โโKong Abray menegaskan bahwa kombinasi antara tekanan pribadi dan kerentanan sistem membuat praktik korupsi terus berulang. Tanpa pembenahan sistem pengawasan dan perbaikan integritas aparatur, kata dia, korupsi akan terus menjadi siklus yang sulit diputus.
โโ๐ท๐๐๐๐๐๐ : ๐ด.๐บ๐๐๐๐
โ









