Senin, Februari 16, 2026
spot_img
spot_imgspot_img

TOP NEWS

spot_img

BEKASI 24 JAM

spot_img

𝐁𝐌𝐏𝐒 𝐁𝐞𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐏𝐞𝐫𝐜𝐞𝐩𝐚𝐭 𝐓𝐫𝐚𝐧𝐬𝐟𝐨𝐫𝐦𝐚𝐬𝐢 𝐃𝐢𝐠𝐢𝐭𝐚𝐥, 𝐀𝐈 𝐉𝐚𝐝𝐢 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐮𝐚𝐭 𝐏𝐫𝐨𝐬𝐞𝐬 𝐁𝐞𝐥𝐚𝐣𝐚𝐫

CIKARANG UTARA | BEKASIEXPOSE.COM |

Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Bekasi menggelar Seminar Pendidikan bertema Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (AI) untuk Peningkatan Kualitas Proses Pembelajaran di Hotel Grand Zuri, Kecamatan Cikarang Utara, Selasa (10/02/2026). Kegiatan ini diikuti pimpinan yayasan, kepala sekolah, serta guru, khususnya pengajar bidang teknologi informasi.

Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Nurkholis, menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam dunia pendidikan kini menjadi kebutuhan mendesak. Perkembangan teknologi informasi, kata dia, telah mengubah pola dan proses pembelajaran di sekolah.

“Pendidikan harus adaptif terhadap perkembangan zaman. Urgensi pemanfaatan AI dalam pembelajaran sangat diperlukan, karena siswa kita, khususnya di jenjang SMP, sudah memiliki jejak digital masing-masing,” ujar Nurkholis.

Ia menjelaskan, mayoritas siswa kelas VIII dan IX telah memiliki gawai pribadi. Tanpa pendampingan dan edukasi yang tepat, penggunaan teknologi berisiko berdampak negatif terhadap perkembangan peserta didik.

Baca Juga  𝐝𝐫. 𝐇. 𝐀𝐫𝐢𝐞𝐟 𝐊𝐮𝐫𝐧𝐢𝐚 𝐏𝐞𝐫𝐤𝐮𝐚𝐭 𝐒𝐢𝐧𝐞𝐫𝐠𝐢 𝐁𝐞𝐤𝐚𝐬𝐢–𝐉𝐚𝐛𝐚𝐫 𝐃𝐞𝐦𝐢 𝐏𝐞𝐥𝐚𝐲𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐬𝐞𝐡𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐋𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐎𝐩𝐭𝐢𝐦𝐚𝐥

“Jika tidak dibekali pemahaman positif, gawai hanya akan digunakan untuk berselancar di media sosial, bermain gim daring, atau sekadar hiburan,” katanya.

Menurutnya, AI dapat diarahkan pada aktivitas yang lebih produktif, seperti desain grafis, pembuatan konten edukatif, hingga menjadi sarana pendukung proses belajar mengajar. Melalui seminar ini, ia berharap guru semakin termotivasi membimbing siswa agar penggunaan gawai dan AI menunjang pembelajaran.

Nurkholis juga menekankan pentingnya literasi digital dalam pemanfaatan AI. Ia mengingatkan bahwa kecerdasan artifisial bukan untuk menggantikan daya pikir siswa, melainkan sebagai referensi dan alat bantu dalam proses belajar.

“AI bisa dimanfaatkan sebagai referensi, tetapi siswa tetap harus membaca, memahami, dan mengembangkan ide sendiri dengan pendampingan guru,” tegasnya.

Di sisi lain, ia mengakui masih terdapat tantangan pemerataan sumber daya manusia (SDM) yang melek teknologi, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses. Dinas Pendidikan, lanjutnya, terus mendorong optimalisasi komunitas belajar guru sebagai ruang berbagi pengetahuan dan peningkatan kompetensi.

Baca Juga  𝐆𝐞𝐫𝐚𝐤 𝐂𝐞𝐩𝐚𝐭 𝐒𝐚𝐭𝐩𝐨𝐥 𝐏𝐏, 𝐑𝐞𝐥𝐨𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐏𝐊𝐋 𝐒𝐮𝐤𝐬𝐞𝐬 𝐝𝐚𝐧 𝐋𝐚𝐥𝐮 𝐋𝐢𝐧𝐭𝐚𝐬 𝐒𝐆𝐂 𝐊𝐞𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐋𝐚𝐧𝐜𝐚𝐫

“Kami dorong setiap sekolah memiliki guru yang memahami IT. Melalui komunitas belajar, para guru dapat saling berbagi dan mentransformasikan pengetahuan, termasuk pemanfaatan AI,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua BMPS Kabupaten Bekasi, KH Ahmad Syauqi, menyampaikan bahwa seminar tersebut merupakan bagian dari komitmen BMPS dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di sekolah swasta.

“BMPS bekerja sama dengan Diginusa menyelenggarakan seminar ini sebagai langkah konkret meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan AI,” ujarnya.

Ia menegaskan, BMPS tidak hanya menjadi wadah aspirasi perguruan swasta, tetapi juga berupaya memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“AI dan pembelajaran koding tidak bisa kita tinggalkan. Bahkan tanpa diajarkan di sekolah, AI sudah hadir di rumah melalui gadget yang digunakan anak-anak,” ungkapnya.

Baca Juga  𝐆𝐞𝐫𝐚𝐤 𝐂𝐞𝐩𝐚𝐭 𝐒𝐚𝐭𝐩𝐨𝐥 𝐏𝐏, 𝐑𝐞𝐥𝐨𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐏𝐊𝐋 𝐒𝐮𝐤𝐬𝐞𝐬 𝐝𝐚𝐧 𝐋𝐚𝐥𝐮 𝐋𝐢𝐧𝐭𝐚𝐬 𝐒𝐆𝐂 𝐊𝐞𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐋𝐚𝐧𝐜𝐚𝐫

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pemanfaatan AI harus dibarengi nilai etika dan kemaslahatan. Teknologi, menurutnya, dapat membawa manfaat besar jika digunakan secara bijak, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak negatif bila disalahgunakan.

“AI bisa menjadi baik jika digunakan dengan benar, dan bisa menjadi buruk jika disalahgunakan. Karena itu, perlu arahan dan batasan agar benar-benar membawa maslahat,” tegasnya.

Ke depan, BMPS berkomitmen membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan pelatihan lanjutan bagi guru dan siswa, sehingga pemanfaatan AI selaras dengan tujuan pendidikan.

“Kami berharap kualitas pendidikan di Kabupaten Bekasi, khususnya sekolah swasta, terus meningkat dan mampu menyelaraskan perkembangan teknologi dengan nilai-nilai pendidikan,” pungkasnya.

𝑹𝒆𝒅

Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.
spot_img

PERISTIWA

𝐒𝐚𝐦𝐩𝐚𝐡 𝐌𝐞𝐧𝐮𝐦𝐩𝐮𝐤 𝐔𝐬𝐚𝐢 𝐑𝐞𝐥𝐨𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐏𝐊𝐋, 𝐖𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐃𝐞𝐬𝐚𝐤 𝐏𝐞𝐦𝐞𝐫𝐢𝐧𝐭𝐚𝐡 𝐒𝐞𝐠𝐞𝐫𝐚 𝐁𝐞𝐫𝐭𝐢𝐧𝐝𝐚𝐤

CIKARANG KOTA | BEKASIEXPOSE | Proses pemindahan Pedagang Kaki Lima (PKL) dari sejumlah titik di wilayah Cikarang kota telah rampung. Namun, Pascarelokasi tersebut, tumpukan sampah yang ditinggalkan di lokasi lama hingga kini belum juga diangkut. Sisa-sisa sampah berupa plastik, kardus, dan limbah dagangan masih terlihat menumpuk di bekas lapak PKL. Kondisi itu menimbulkan bau tak sedap serta mengganggu kenyamanan warga sekitar. Tumpukan...

BEKASI 24 JAM

spot_img
spot_img

POS POPULER

INVESTIGASI

INDEKS