CIKARANG KOTA | BEKASIEXPOSE |
Proses pemindahan Pedagang Kaki Lima (PKL) dari sejumlah titik di wilayah Cikarang kota telah rampung. Namun, Pascarelokasi tersebut, tumpukan sampah yang ditinggalkan di lokasi lama hingga kini belum juga diangkut.
Sisa-sisa sampah berupa plastik, kardus, dan limbah dagangan masih terlihat menumpuk di bekas lapak PKL. Kondisi itu menimbulkan bau tak sedap serta mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Tumpukan sampah tersebut berada di area bekas relokasi PKL di wilayah Cikarang kota, Kabupaten Bekasi.
Pantauan dilakukan pada Minggu (15/2/2026), beberapa hari setelah proses relokasi dinyatakan selesai.
Relokasi dilakukan oleh pemerintah daerah bersama aparat terkait, sementara persoalan sampah kini menjadi sorotan warga dan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut
Diduga belum adanya pengangkutan lanjutan dari dinas terkait menyebabkan sampah pascarelokasi masih tertinggal di lokasi. Padahal, relokasi PKL bertujuan menciptakan ketertiban dan kebersihan lingkungan.
Salah seorang warga sekitar, Andi (45), mengatakan kondisi tersebut sangat disayangkan.
“Relokasi sudah bagus supaya tertib, tapi sampahnya jangan dibiarkan menumpuk seperti ini. Harusnya langsung dibersihkan supaya lingkungan tetap nyaman,” ujarnya Melalui Media Bekasiexpose.com
Warga berharap pemerintah daerah segera menurunkan petugas kebersihan untuk mengangkut sisa sampah tersebut agar tidak menimbulkan dampak kesehatan maupun pencemaran lingkungan.
Relokasi PKL yang telah selesai seharusnya diikuti dengan penataan menyeluruh, termasuk pembersihan area bekas lapak, sehingga tujuan menciptakan kawasan yang tertib, bersih, dan nyaman benar-benar terwujud.
𝑴.𝑺𝒐𝒍𝒆𝒉








