BEKASIEXPOSE.COM
SUKABUMI – Arus lalu lintas di ruas Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi) mengalami peningkatan signifikan pada Senin (23/3). Ribuan kendaraan terpantau mulai memadati gerbang keluar tol menuju kawasan wisata dan pusat kota sejak pagi hari.
Kanit Lantas AKP Hidayat melaporkan bahwa kepadatan arus mulai terasa sejak pukul 08.00 WIB hingga siang hari pukul 12.00 WIB. Titik tumpuan kepadatan utama berada di Exit Tol Parungkuda, di mana volume kendaraan yang keluar menuju jalur arteri tidak sebanding dengan kapasitas lebar jalan yang tersedia.
”Kondisi saat ini di Exit Tol Parungkuda terpantau ramai lancar, namun roda tetap berputar. Kepadatan mulai konsisten terjadi sejak pukul delapan pagi tadi,” ujar AKP Hidayat saat memantau arus di lokasi.
Berdasarkan data yang dihimpun pihak kepolisian, total kendaraan yang masuk ke wilayah Sukabumi mencapai 25.600 unit. Angka tersebut merupakan akumulasi dari beberapa titik poin:
Gerbang Tol Parungkuda: 16.000 kendaraan.
Jalur Fungsional: 3.800 kendaraan.
Gerbang Tol Cigombong: 5.800 kendaraan.
Seluruh kendaraan tersebut diprediksi menuju pusat Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, serta sejumlah destinasi wisata pantai populer seperti Pantai Citepus hingga Ujung Genteng di kawasan Palabuhanratu.
Menanggapi lonjakan ini, AKP Hidayat menegaskan bahwa pihak kepolisian telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Skema rekayasa lalu lintas berupa sistem buka-tutup atau one way (satu arah) telah dipertimbangkan untuk mengurai penumpukan di titik-titik krusial.
”Kami terus mempertimbangkan rekayasa lalu lintas jika terjadi lonjakan drastis, baik dari arah Exit Tol Parungkuda maupun dari arah sebaliknya (Kota Sukabumi). Salah satu tindakan yang sudah kami laksanakan adalah sistem buka-tutup di Simpang Cikidang untuk menarik arus kendaraan dari gerbang tol menuju arah Cibadak,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, petugas kepolisian masih bersiaga di lapangan guna memastikan kelancaran arus di tengah keterbatasan lajur arteri yang saat ini dianggap kurang memadai untuk menampung volume kendaraan dalam jumlah besar secara sekaligus.
Red









