Jumat, September 11, 2026
spot_img
spot_imgspot_img

TOP NEWS

spot_img

BEKASI 24 JAM

spot_img

Survei Lingkungan Jadi Titik Awal, KKN Universitas Pelita Bangsa Realisasikan Incinerator Sampah di Desa Banjarsari

SUKATANI — Persoalan sampah menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita Bangsa (UPB) Cikarang yang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Banjarsari, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi.

Sebanyak 26 mahasiswa KKN dari Fakultas Hukum dan fakultas lainnya merealisasikan salah satu program kerja di bidang lingkungan dengan membuat serta menyerahkan alat dan bahan pembuatan incinerator sampah kepada Pemerintah Desa Banjarsari. Kegiatan KKN tersebut berlangsung selama 30 hari, mulai 20 Juli hingga 22 Agustus 2026.

Ketua KKN, Ade Muhamad Ilham, mengatakan gagasan pembuatan incinerator bermula ketika mahasiswa melakukan survei terhadap kondisi lingkungan Desa Banjarsari pada awal pelaksanaan KKN. Dari hasil pengamatan tersebut, persoalan sampah menjadi salah satu masalah lingkungan yang mendapat perhatian mahasiswa.

“Ide gagasan ini muncul bermula dari awal pertama kita survei keadaan yang ada di Desa Banjarsari dan masalah paling pertama yang ada di sini yaitu permasalahan tentang sampah,” ujar Ade.

Baca Juga  Silaturahmi Jelang Pilkades Sukaasih 2026-2034, Forkopimcam Sukatani Serukan Demokrasi Tertib dan Aman

Menurutnya, salah satu mahasiswa KKN bernama Adhi Mulia kemudian mencetuskan gagasan untuk membuat incinerator sebagai bagian dari solusi terhadap persoalan sampah yang ditemukan di lingkungan desa.

“Adhi Mulia mencetuskan ide gagasan untuk membuat incinerator dan memulai dengan membuat desain di aplikasi Blender. Setelah terbentuk, kemudian direalisasikan pada tanggal 16 Agustus 2026 bersama dengan seluruh mahasiswa KKN Banjarsari,” katanya.

Ade menambahkan, program tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu pemerintah desa menangani persoalan lingkungan. Setelah proses pembuatan selesai, alat dan bahan incinerator kemudian diserahkan kepada Pemerintah Desa Banjarsari agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

“Kami sudah merealisasikan program kerja KKN dalam penanganan masalah lingkungan hidup, terutama masalah sampah yang mencemari lingkungan sekitar. Hari ini kami menyerahkan alat dan bahan incinerator sampah kepada Pemerintah Desa Banjarsari agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya,” tutur Ade.

Baca Juga  Uang Negara Dipertaruhkan, Proyek PJU Dishub Bekasi Diduga Bermasalah: Papan Kegiatan Tidak Ada, Spesifikasi Melenceng

Sementara itu, Pj Kepala Desa Banjarsari, Juandi Jaya, S.IP., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Universitas Pelita Bangsa Cikarang dan para mahasiswa KKN atas kontribusi yang diberikan kepada desa.

“Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada Universitas Pelita Bangsa Cikarang yang memberikan alat ini. Semoga bisa bermanfaat untuk menangani permasalahan sampah yang ada di wilayah lingkungan desa kami,” ujar Juandi.

Dalam proses pembuatannya, mahasiswa menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya aplikasi Blender untuk mendesain incinerator, gergaji untuk memotong bata hebel, sekop semen untuk mengaplikasikan perekat, pacul untuk mencampurkan semen dengan pasir, serta gerinda untuk memotong besi.

Baca Juga  U-Ditch Diduga Asal Jadi, Pembina IWO-I Kabupaten Tangerang Pertanyakan Mutu Proyek dan Pengawasan

Sedangkan material yang digunakan meliputi bata hebel, semen perekat hebel, semen bangunan, pasir, semen aci putih, dan besi.

Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan KKN semata, tetapi dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Banjarsari. Mahasiswa juga berharap inovasi yang lahir dari hasil survei lapangan tersebut dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah di lingkungan desa.

Meski demikian, pemanfaatan incinerator nantinya tetap perlu memperhatikan aspek keselamatan, pengendalian emisi, serta ketentuan pengelolaan lingkungan yang berlaku agar penanganan sampah tidak justru menimbulkan persoalan lingkungan baru. (Red)

Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.
spot_img

PERISTIWA

Jayabakti Bergemuruh! Ribuan Massa Putih-Hijau Antarkan Mawa Sumpena Dalam Pengundian Nomor Urut

BEKASI – Gemuruh dukungan masyarakat mewarnai pelaksanaan pengundian nomor urut calon Kepala Desa Jayabakti periode 2026-2034. Ribuan pendukung Mawa Sumpena, yang dikenal dengan sapaan Lurah Kangkung, memadati Kantor Desa Jayabakti dengan mengenakan atribut bernuansa putih dan hijau. Pada Rabu (9/9/2026). Dalam pengundian nomor urut tersebut, Mawa Sumpena mendapatkan nomor urut 2. Nomor tersebut langsung disambut antusias oleh para pendukung yang...

BEKASI 24 JAM

spot_img
spot_img

POS POPULER

INVESTIGASI

INDEKS